GARUT – Program Jabar Jawara Ekspor 2026 membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Garut untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Program tersebut ditandai dengan kegiatan Capacity Building Jabar Jawara Ekspor 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat di Ballroom Hotel Santika Garut, Kecamatan Tarogong Kaler, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Garut Abdusy Syakur Amin. Ia menyampaikan apresiasi kepada BI Jawa Barat yang memilih Kabupaten Garut sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha.
“Pada kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih Pak Jun yang sudah menentukan Garut dan sudah mengajak wirausaha Garut untuk ikut dalam kegiatan ini,” ujar Syakur.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam program pengembangan ekspor penting untuk terus diperkuat. Pemkab Garut, kata Syakur, terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga ke depan makin banyak lagi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Garut dengan Bank Indonesia perwakilan Jawa Barat,” katanya.
UMKM Garut Didorong Naik Kelas
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan mengapresiasi dukungan Pemkab Garut terhadap pelaksanaan Jabar Jawara Ekspor 2026.
Menurut Junanto, dukungan dan fasilitasi pemerintah daerah menunjukkan adanya komitmen untuk mengembangkan perekonomian yang berbasis pada masyarakat.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini UMKM di Garut dapat naik kelas dan tentu bisa ekspor untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” ungkap Junanto.
Melalui program capacity building dan pendampingan tersebut, para pelaku UMKM Garut mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing, sekaligus mempersiapkan produk agar mampu memasuki pasar yang lebih luas.
Program Jabar Jawara Ekspor 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan pelaku usaha, tetapi dapat mendorong lahirnya UMKM Garut yang mampu berorientasi ekspor.
Jika semakin banyak produk lokal yang menembus pasar internasional, dampaknya diharapkan ikut dirasakan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Bagi Kabupaten Garut, penguatan UMKM berorientasi ekspor juga menjadi peluang untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah ke pasar global sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.







