SPIRITS.Id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyoroti berbagai agenda kenegaraan dan peran lembaga negara dalam mendukung pembangunan nasional.
Salah satu yang disampaikan berkaitan dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. DPD disebut telah menghimpun 10.883 aspirasi masyarakat yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia.
Aspirasi tersebut menjadi salah satu masukan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027. Selain itu, pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Daerah Kepulauan juga menjadi bagian dari agenda yang mendapat perhatian khusus serta saat ini sudah masuk dalam pembahasan tripartit antara DPR dan Pemerintah.
Penyampaian pidato kenegaraan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarlembaga negara sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dari berbagai daerah dapat menjadi bagian dalam arah kebijakan pembangunan nasional.
Anggota DPD RI Komite I, Aanya Rina Casmayanti, S.E., menyambut baik perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap 10.883 aspirasi masyarakat yang telah dihimpun DPD RI dari 38 provinsi.
Menurut Aanya, aspirasi tersebut tidak boleh berhenti pada tahap penyerapan, tetapi harus dikawal agar benar-benar menjadi bagian dari kebijakan dan program pembangunan nasional.
“10.883 aspirasi ini merupakan suara masyarakat dari berbagai daerah. Tugas kita bukan hanya menghimpun, tetapi memastikan aspirasi tersebut dikawal hingga menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Aanya ysng disampaikan ke Redaksi Spirits.id (16/8/2026).
Ia juga menilai pembahasan RUU Daerah Kepulauan perlu terus didorong untuk menjawab berbagai persoalan wilayah kepulauan, termasuk konektivitas, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan.
“Pembangunan nasional harus mampu menjawab kebutuhan setiap daerah. Karena itu, sinergi DPD RI, DPR RI dan pemerintah sangat penting agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke daerah,” pungkasnya.
Aanya berharap momentum pidato kenegaraan tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh lembaga negara untuk terus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak hanya dirancang dari pusat, tetapi juga mendengar, memahami dan menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
“Dari daerah kita mendengar, dari daerah kita memahami persoalan, dan dari daerah pula kita memastikan pembangunan benar-benar hadir. Aspirasi masyarakat harus menjadi energi bagi pembangunan Indonesia yang lebih adil, merata dan berkelanjutan,” pungkas Aanya.








