KARAWANG – Seorang pemuda bernama Dion (27) ditemukan meninggal dunia di sebuah kali di wilayah Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, setelah sempat dinyatakan hilang selama satu malam.
Kematian Dion kini tengah didalami kepolisian. Pihak keluarga menduga terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sementara polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto mengatakan, tim Reskrim Polresta Karawang telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Polisi juga menemui keluarga korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Untuk sementara kejadian yang anak kecil yang diduga dianiaya, meninggal karena dianiaya, saat ini tim dari Reskrim termasuk Kasat Reskrim sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti, baik bertemu keluarganya maupun olah TKP,” ujar Mario saat ditemui di Mapolresta Karawang, Sabtu (29/8/2026).
Mario menegaskan, polisi masih mengumpulkan informasi sebelum menentukan langkah penyelidikan berikutnya, termasuk kemungkinan dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Masih menemui keluarganya terlebih dahulu. Setelah itu nanti baru tindak lanjut apakah dilakukan penyelidikan ataupun langsung dilaksanakan autopsi dan lainnya,” katanya.
Terkait kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia, Mario mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Ini masih kita dalami. Nanti masih kita dalami, mudah-mudahan nanti dengan segera info yang didapat,” ujarnya.
Hilang Setelah Kegiatan Tujuh Belasan
Sementara itu, ibu korban, Maryati, mengatakan Dion merupakan bagian dari panitia sebuah kegiatan peringatan tujuh belasan. Menurutnya, Dion tidak mengikuti perlombaan karena bertugas sebagai panitia.
“Panitia. Dia enggak ada lomba, panitia dia,” kata Maryati.
Kekhawatiran keluarga muncul setelah Dion tidak kunjung pulang hingga malam hari. Maryati kemudian mencari keberadaan anaknya dan menanyakan kepada sejumlah teman korban.
“Jam 10.00 kok anak saya belum balik? Orang-orang udah pada balik. Kan lomba mah siang-siang juga udah balik. Jadi saya cari tuh ke jalanan,” tuturnya.
Pencarian berlanjut hingga dini hari. Namun, telepon genggam Dion sudah tidak aktif sehingga keluarga kesulitan mengetahui keberadaannya.
“Kagak bisa, enggak aktif, Pak. Handphonenya enggak aktif, saya telepon,” ungkapnya.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 13.30 WIB, warga menemukan jasad di sebuah kali. Warga kemudian menduga jasad tersebut merupakan Dion.
“Entah udah jam 13.30 ramai orang. ‘Ada mayat, ada mayat,’ gitu. Pada lompat kan tetangga saya pada lompat semua. Entah dilihat katanya ‘Dion, Dion’,” kata Maryati dengan nada sedih.
Keluarga Sebut Ada Luka
Maryati mengaku memperoleh informasi dari warga mengenai adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Namun, ia mengaku tidak sanggup melihat langsung kondisi jenazah anaknya.
“Katanya begini ada bekas tusukan. Matanya juga ke dalam, Pak, itu mata kayak bekas tonjokan. Nih darah dari mata tuh yang banyak,” ujarnya.
Keluarga berharap kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian Dion secara terang, termasuk memastikan apakah korban menjadi korban tindak kekerasan serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab apabila dugaan tersebut terbukti.
Polisi sendiri masih melakukan pendalaman dan belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Hasil olah TKP dan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan autopsi, akan menjadi bagian penting untuk mengungkap kasus tersebut.2 kata kunci: Dion Karawang, dugaan kekerasan.




