Hukrim

Motor Guru yang Hilang Kembali, Linawati Apresiasi Gerak Cepat Polisi

×

Motor Guru yang Hilang Kembali, Linawati Apresiasi Gerak Cepat Polisi

Sebarkan artikel ini
Linawati menyampaikan rasa syukur setelah sepeda motornya yang sempat hilang berhasil ditemukan jajaran Polres Tasikmalaya Kota, Senin (31/8/2026).
Linawati menyampaikan rasa syukur setelah sepeda motornya yang sempat hilang berhasil ditemukan jajaran Polres Tasikmalaya Kota, Senin (31/8/2026).

TASIKMALAYA – Sepeda motor milik Linawati, seorang guru asal Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, yang hilang saat diparkir di luar sekolah akhirnya berhasil ditemukan jajaran Polres Tasikmalaya Kota.

Bagi Linawati, kembalinya sepeda motor tersebut menjadi kabar yang sangat berarti. Kendaraan itu selama ini digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama untuk berangkat mengajar.

Rasa syukur disampaikan Linawati saat berada di Mapolres Tasikmalaya Kota, Senin (31/8/2026) sore.

“Sebagai korban pencurian kendaraan bermotor, alhamdulillah motor saya bisa ditemukan kembali,” kata Linawati.

Ia mengapresiasi kinerja jajaran Polres Tasikmalaya Kota yang berhasil mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya.

“Saya mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT. Kemudian terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolres Tasikmalaya Kota beserta seluruh jajarannya yang telah berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor dengan sangat sigap, responsif, dan cepat,” ujarnya.

Linawati mengatakan sepeda motor tersebut memiliki arti penting karena digunakan untuk mendukung pekerjaannya sebagai guru.

“Motor ini memang saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk bekerja,” tuturnya.

Hilang Saat Diparkir di Luar Sekolah

Linawati menuturkan sepeda motornya hilang pada 19 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ia sedang berada di sekolah karena terdapat kegiatan.

Sepeda motor diparkir di luar area sekolah seperti biasanya. Namun, Linawati mengaku lupa mengunci setang kendaraan. Pada saat bersamaan, gerbang sekolah juga tidak dalam kondisi tertutup.

Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk membawa kabur sepeda motor miliknya.

“Hilangnya pada 19 Agustus sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu di sekolah sedang ada kegiatan. Motor saya parkir di luar seperti biasa. Kebetulan saya lupa mengunci setang dan gerbang sekolah juga tidak ditutup, kemudian motor saya hilang,” ungkapnya.

Kendaraan yang sempat hilang tersebut kini kembali ke tangan Linawati. Ia berharap kejadian yang dialaminya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dan diparkir di lokasi yang aman.

Polisi Ungkap 18 Kasus Curanmor

Sebelumnya, jajaran Polres Tasikmalaya Kota mengungkap jaringan curanmor melalui Operasi Libas Lodaya 2026.

Sebanyak 18 kasus curanmor yang terjadi sejak Februari hingga Agustus 2026 berhasil diungkap. Polisi juga mengamankan lima tersangka berinisial D, R, A, HF, dan ES.

Sementara satu tersangka lainnya berinisial SU masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Bagi Linawati, pengungkapan kasus tersebut bukan sekadar keberhasilan polisi menangkap pelaku. Kembalinya sepeda motor juga berarti pulihnya kembali sarana yang sangat dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa kasus pencurian kendaraan bermotor tidak hanya menimbulkan kerugian materi. Bagi korban, kehilangan kendaraan juga dapat mengganggu pekerjaan dan aktivitas keluarga.

Karena itu, kembalinya sepeda motor Linawati membawa rasa lega sekaligus harapan agar masyarakat semakin waspada terhadap tindak kejahatan curanmor.