BANDUNG – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas siang hari, banyak umat Islam yang tergoda untuk menunda atau bahkan melewatkan shalat Ashar berjamaah. Padahal, waktu ini memiliki kedudukan sangat strategis dalam Islam. Allah SWT secara khusus menyebut “Shalat Wustha” (shalat pertengahan) dalam Al-Qur’an, yang menurut mayoritas ulama tafsir merujuk pada shalat Ashar. Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 238 menjadi landasan utama urgensi ibadah ini:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
Artinya: “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238)
Kehilangan momentum shalat Ashar di masjid bukan sekadar kehilangan pahala rutin, tetapi berpotensi menghilangkan perlindungan ilahi yang dahsyat. Rasulullah SAW memberikan peringatan sekaligus janji mulia dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar RA:
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu Shubuh dan Ashar), maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 & Muslim no. 635)
Istilah bardain merujuk pada dua waktu yang sejuk atau sulit karena bertepatan dengan perubahan suhu dan kesibukan manusia. Konsistensi menunaikan pahala shalat ashar berjamaah menjadi kunci pembuka pintu surga. Lebih mengerikan lagi, Nabi SAW menegaskan konsekuensi bagi mereka yang menyepelekannya. Dalam hadis lain riwayat Ahmad, beliau bersabda:
مَنْ فَاتَتْهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَكَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang luput darinya shalat Ashar, maka seolah-olah keluarganya dan hartanya telah dirampas (atau dihukum dengan kehilangan tersebut).” (HR. Ahmad, dinilai Sahih oleh Al-Albani)
Ini menunjukkan bahwa kelalaian terhadap Ashar berdampak pada hilangnya keberkahan harta dan ketenangan keluarga. Namun, bagi mereka yang berjuang menuju masjid, ganjarannya adalah keselamatan dari siksa api neraka. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Abu Daud:
مَنْ حَافَظَ عَلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ لَمْ يَدْخُلِ النَّارَ
Artinya: “Barangsiapa yang memelihara shalat Ashar, maka ia tidak akan masuk neraka.” (HR. Abu Daud no. 425)
Dengan demikian, keutamaan shalat ashar di masjid bukan hanya soal menggugurkan kewajiban, melainkan sebuah strategi pertahanan iman. Di saat dunia sedang sibuk mencari materi, seorang mukmin memilih berhenti sejenak untuk menghadap Rabb-nya. Langkah kaki menuju masjid di waktu Ashar adalah bukti kecintaan kepada Allah yang dibalas dengan jaminan surga dan perlindungan dari azab yang pedih. Jangan biarkan kesibukan duniawi merampas hak istimewa Anda di hadapan Sang Pencipta.




