Ekonomi

iPhone Lipat Apple Diperkirakan Meluncur, AS dan China Jadi Sorotan

×

iPhone Lipat Apple Diperkirakan Meluncur, AS dan China Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi iPhone lipat Apple yang diperkirakan diperkenalkan dalam acara Apple September 2026.
Ilustrasi iPhone lipat Apple yang diperkirakan diperkenalkan dalam acara Apple September 2026.

CUPERTINO – Apple bersiap membuka babak baru dalam perjalanan iPhone melalui acara “Surprise and shine” di Apple Park, Cupertino, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2026) waktu setempat atau Kamis (10/9/2026) dini hari WIB.

Salah satu produk yang paling dinantikan adalah iPhone lipat pertama Apple yang selama ini dirumorkan menggunakan nama iPhone Ultra atau iPhone Fold.

Apple secara resmi baru mengonfirmasi pelaksanaan acara tersebut pada 9 September pukul 10.00 waktu Pasifik. Perusahaan belum mengungkap produk yang akan diperkenalkan. Namun, Reuters dan sejumlah media teknologi memperkirakan iPhone lipat akan menjadi salah satu bintang utama acara tersebut.

Jika diperkenalkan, perangkat tersebut akan menjadi perubahan desain paling besar pada iPhone sejak Apple memperkenalkan iPhone X pada 2017. Apple memasuki pasar ponsel lipat jauh setelah Samsung dan Huawei, yang telah mengembangkan perangkat sejenis sejak 2019.

Desain Buku, Layar Lebih Besar

Laporan yang beredar menyebut iPhone lipat Apple akan menggunakan desain book-style, sehingga perangkat dapat digunakan seperti ponsel ketika tertutup dan berubah menjadi perangkat dengan layar lebih besar saat dibuka.

Rumor terbaru menyebut layar luar berukuran sekitar 5,5 inci, sedangkan layar utama ketika dibuka berada di kisaran 7,6–7,8 inci. Namun, ukuran tersebut masih belum dikonfirmasi Apple.

Apple disebut berusaha mengatasi salah satu persoalan utama ponsel lipat, yakni ketahanan mekanisme engsel dan tampilan lipatan layar. Laporan sebelumnya juga menyebut penggunaan teknologi engsel berbasis Liquid Metal.

Sejumlah rumor turut menyebut perangkat tersebut akan menggunakan Touch ID dan bukan Face ID serta memiliki dua kamera belakang. Namun, spesifikasi tersebut masih berada pada level laporan dan belum menjadi informasi resmi Apple.

Harga Diperkirakan di Atas US$2.000

Salah satu tantangan terbesar iPhone lipat adalah harga.

Reuters melaporkan perangkat tersebut diperkirakan dibanderol lebih dari US$2.000, menempatkannya jauh di atas sebagian besar model iPhone konvensional.

Morgan Stanley memperkirakan permintaan awal akan kuat, tetapi pasokan kemungkinan terbatas. Bank investasi tersebut memproyeksikan sekitar 7–8 juta unit dapat diproduksi pada paruh kedua 2026, dengan potensi mencapai sekitar 20 juta unit dalam siklus produk pertama.

Kondisi tersebut membuka kemungkinan Apple menerapkan distribusi secara bertahap di sejumlah pasar.

Laporan sebelumnya menyebut Amerika Serikat berpotensi menjadi pasar awal, kemudian diikuti sejumlah pasar penting termasuk China. Namun, informasi mengenai negara yang memperoleh iPhone lipat pada gelombang pertama belum diumumkan secara resmi oleh Apple.

China Jadi Ujian Besar Apple

China menjadi salah satu pasar yang paling menarik sekaligus menantang bagi Apple.

Huawei saat ini memiliki posisi sangat kuat di pasar ponsel lipat China. Menurut data Smart Analytics Global yang dikutip Reuters, Huawei menguasai sekitar 68 persen pengiriman ponsel lipat di China pada kuartal II 2026.

Persaingan bahkan memanas menjelang acara Apple. Huawei meluncurkan Mate XT2, sementara Xiaomi memperkenalkan Xiaomi 18 Fold hanya beberapa hari sebelum Apple menggelar acara September.

Huawei Mate XT2 dibanderol mulai 19.999 yuan, sedangkan Xiaomi 18 Fold berada pada kisaran 10.999 hingga 14.999 yuan. Keduanya menunjukkan bahwa pasar China telah memiliki pemain lokal dengan pengalaman panjang di segmen ponsel lipat.

Apple sendiri masih memiliki basis konsumen kuat di China. Pada kuartal II 2026, Apple mencatat pangsa 18,1 persen pasar smartphone China dan menjadi salah satu dari sedikit merek besar yang mengalami pertumbuhan pengiriman di tengah penurunan pasar secara keseluruhan.

Ujian Pertama CEO John Ternus

Peluncuran tersebut juga memiliki arti penting bagi Apple karena menjadi salah satu penampilan besar pertama John Ternus sebagai CEO baru perusahaan.

Ternus menggantikan Tim Cook sebagai CEO mulai 1 September 2026. Karena itu, kehadiran iPhone lipat sekaligus menjadi ujian awal bagi kepemimpinannya dalam mempertahankan momentum inovasi Apple.

Reuters menyebut masuknya Apple ke pasar ponsel lipat berpotensi menjadi perubahan paling signifikan pada desain iPhone sejak iPhone X. Analis bahkan memperkirakan Apple dapat merebut hingga 40 persen pasar ponsel lipat pada akhir 2027 jika produk tersebut mendapat respons kuat.

Bagi Apple, persoalannya bukan lagi sekadar memperkenalkan teknologi layar lipat. Perusahaan harus membuktikan bahwa desain, ketahanan, pengalaman pengguna, harga, dan ekosistemnya cukup kuat untuk membuat konsumen bersedia membayar premium.

Sementara bagi konsumen Indonesia, pertanyaan berikutnya adalah kapan perangkat tersebut masuk ke pasar domestik dan berapa harga resminya setelah pajak serta biaya distribusi.

Jawabannya akan mulai terlihat setelah Apple membuka panggung “Surprise and shine” di Apple Park.