BANDUNG — Anggota DPD RI sekaligus MPR RI asal Jawa Barat, Aanya Rina Casmayanti, S.E., mendorong penguatan kapasitas dan peran strategis perempuan melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Grandballroom Hotel Amarossa Bandung, Jl. Aceh No.71A, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi bersama Dayana Foundation dengan menggandeng Paguyuban Teteh Sunda Kota Bandung yang dipimpin oleh Renata Putri SH. Ratusan peserta hadir dan mengikuti agenda dengan antusias.
Selain memperkuat wawasan kebangsaan, kegiatan ini diarahkan menjadi ruang edukasi untuk mendorong perempuan agar semakin mandiri, memiliki keterampilan, serta mampu berdaya saing menghadapi tantangan zaman.
Dalam pemaparannya, senator yang akrab disapa Teh Aanya itu menekankan pentingnya menciptakan ruang tumbuh yang mendukung perempuan untuk mengembangkan potensi secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu dilakukan melalui sejumlah aspek utama, yakni pendidikan, pelatihan, pendampingan dan pengembangan diri.
“Pendidikan menjadi dasar untuk memperluas wawasan dan pengetahuan. Pelatihan dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan praktis, sedangkan pendampingan memastikan proses pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan,” demikian pokok pemaparan Teh Aanya.
Adapun pengembangan diri diarahkan untuk membentuk perempuan yang percaya diri, mandiri dan memiliki kemampuan mengambil peran di tengah keluarga maupun masyarakat.
Teh Aanya menegaskan, proses pemberdayaan tersebut harus tetap berlandaskan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting agar peningkatan kapasitas perempuan tidak hanya berorientasi pada kemampuan individu, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan, toleransi, persatuan dan tanggung jawab sosial.
Melalui kolaborasi Dayana Foundation dan Paguyuban Teteh Sunda Kota Bandung, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya perempuan Sunda yang berkarakter kuat, adaptif dan mampu menjadi bagian dari penggerak kemajuan.
Sepakat dengan Teh Aanya, Renata Putri SH mengungkapkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas personal.
“Perempuan juga diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, membangun komunitas serta berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat Jawa Barat,” tandasnya.




