BANDUNG – Musim kemarau 2026 membawa ancaman serius bagi Kabupaten Bandung. Dalam rapat koordinasi rutin bersama organisasi perangkat daerah di Gedung M. Toha, Soreang, Selasa (22/9/2026), tercatat kebakaran Kabupaten Bandung 2026 mencapai 577 kejadian dengan luas area terdampak 47,61 hektare. Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS menyoroti kondisi ini sebagai ancaman yang harus diantisipasi serius.
Dari 577 kejadian, 561 merupakan penanganan di Kabupaten Bandung, sedangkan 16 lainnya perbantuan di luar wilayah. Kebakaran hutan dan lahan menjadi bagian terbesar: 251 kejadian karhutla dengan luas terdampak 43,13 hektare. Semak belukar mendominasi objek terbakar, disusul rumah tinggal dan sejumlah objek lainnya.
Yang mengejutkan, KDS mengungkap kondisi memprihatinkan di tubuh Dinas Pemadam Kebakaran. “Saya dengar laporan, seragam petugas Damkar saja cuma punya satu. Saya minta harus terpenuhi kebutuhannya, termasuk armada juga posko damkar kita tambah,” kata KDS. Pernyataan ini menjadi sorotan tajam karena penguatan armada Damkar Bandung selama ini dinilai belum sebanding dengan meningkatnya kejadian kebakaran.
KDS juga menyoroti wilayah dengan jangkauan pelayanan jauh seperti Kecamatan Kertasari dan Pacet. Penguatan sarana pemadam perlu mempertimbangkan luas wilayah dan jarak tempuh. Ia mendorong pembangunan Pos Damkar di Bojongsoang karena Pemkab Bandung telah memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan. “Kalau bisa bangunkan dengan dana APBD,” ujarnya.
Ancaman kemarau tidak hanya soal kebakaran. KDS meminta perangkat daerah memetakan wilayah berpotensi krisis air bersih. Sumber air untuk SPAM di Bandung Selatan telah menurun sekitar 50 persen. “Antisipasi wilayah mana saja yang rawan krisis air bersih,” tegasnya.
Data Disdamkar menunjukkan lonjakan signifikan: hingga Agustus 2026 tercatat 468 kejadian, dengan puncak pada Juli (135 kejadian) dan Agustus (134 kejadian). Pada Juli, 100 dari 135 kejadian merupakan karhutla. Memasuki September, tercatat 42 kejadian hanya dalam periode 1–6 September 2026.
Penguatan armada Damkar Bandung menjadi keniscayaan. KDS meminta kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi diperkuat melalui kesiapan personel, armada, pos pemadam, serta pemetaan wilayah rawan. Kebakaran Kabupaten Bandung 2026 menjadi alarm bahwa kemarau tahun ini menuntut respons yang lebih serius.




