SOREANG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi, maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan KDS saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri 2 melalui Zoom Meeting, Kamis (24/9/2026).
Namun, di balik penekanan soal resiliensi nakes Kabupaten Bandung, KDS menyampaikan kabar yang dinanti ribuan tenaga kesehatan. Ia menyebut Pemkab Bandung bersama APKASI memperjuangkan agar nakes PPPK paruh waktu dapat diangkat menjadi penuh waktu mulai 2027. “Kepada para nakes PPPK paruh waktu, insyaallah mulai 2027 diangkat menjadi penuh waktu. Ini salah satu kebahagiaan yang tentu kami bersama APKASI perjuangkan,” kata dia.
Kabar nakes PPPK paruh waktu 2027 ini menjadi angin segar di tengah tekanan kerja yang tinggi. KDS mengingatkan bahwa tenaga kesehatan setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat, merawat, menangani, serta menjaga kesehatan. Kondisi itu membuat mereka dituntut memiliki kemampuan menghadapi tekanan, termasuk dari pasien dan keluarga pasien. “Layaknya tema Akademi SDMK kali ini, yakni resiliensi dalam menghadapi tekanan pasien,” ujarnya.
KDS juga mengenang masa awal menjabat pada 2021 saat pandemi Covid-19 masih tinggi. Menurutnya, tenaga kesehatan adalah pahlawan yang berada di garda terdepan. “Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan Bapak Ibu sekalian senantiasa diberikan pahala dari Allah SWT,” katanya.
Resiliensi nakes Kabupaten Bandung tidak hanya soal mental, tetapi juga empati. KDS meminta seluruh SDM kesehatan memberikan pelayanan secara optimal tanpa membedakan latar belakang masyarakat. “Jangan pernah membeda-bedakan masyarakat, jangan pilih-pilih dalam memberikan pelayanan. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang baik, adil, profesional dan manusiawi,” tegasnya.
Ia menekankan senyum, sapa, empati, kesabaran, dan ketulusan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan. KDS berharap nilai-nilai BerAKHLAK tidak berhenti sebagai konsep, tetapi diterjemahkan menjadi perilaku dan budaya kerja. “Kita ingin membangun pelayanan kesehatan Kabupaten Bandung yang humanis, profesional, berintegritas dan memiliki mental yang tangguh,” ujarnya.
Selain nakes PPPK paruh waktu 2027, KDS menyampaikan rencana penguatan fasilitas dan pemenuhan alat kesehatan di sejumlah rumah sakit tahun depan. Penguatan fasilitas itu harus berjalan seiring peningkatan kualitas SDM. “Saya percaya kemajuan Kabupaten Bandung juga ditentukan oleh seberapa baik kita melayani masyarakat,” pungkasnya.




