BANDUNG – Kemampuan berkonsentrasi tidak hanya berkaitan dengan waktu tidur atau kebiasaan menggunakan gawai. Asupan makanan juga berperan menyediakan energi dan zat gizi yang dibutuhkan otak. Karena itu, makanan penjaga daya ingat dan pola makan kesehatan otak menjadi bagian penting untuk menjaga fungsi kognitif, termasuk perhatian dan daya ingat.
Tidak ada satu jenis makanan yang secara ajaib dapat membuat seseorang memiliki ingatan lebih kuat. Harvard Health menekankan bahwa pola makan secara keseluruhan lebih penting dibandingkan mengandalkan satu “makanan otak”. Pola makan kesehatan otak yang banyak mengandung sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, serta lemak tak jenuh menjadi pendekatan yang banyak dikaitkan dengan kesehatan otak.
Berikut delapan kelompok makanan penjaga daya ingat yang mudah ditemukan sehari-hari. Pertama, ikan berlemak seperti sarden dan salmon yang kaya omega-3, terutama EPA dan DHA, berperan dalam fungsi sel dan jaringan saraf. Kedua, sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli yang menyediakan folat, vitamin K, lutein, dan beta-karoten.
Ketiga, kacang-kacangan seperti almond dan kenari yang menyediakan lemak tak jenuh, protein, serat, vitamin, dan mineral. Studi terbaru 2026 menemukan hubungan konsumsi kacang dengan fungsi kognitif lebih baik. Keempat, buah beri dan buah berwarna cerah seperti stroberi dan blueberry yang mengandung flavonoid, senyawa tanaman yang diteliti karena potensinya terhadap kesehatan otak.
Kelima, telur sebagai sumber protein sekaligus kolin, nutrisi yang berkaitan dengan fungsi sistem saraf dan proses pembelajaran. Keenam, gandum utuh dan sumber karbohidrat kompleks seperti oat dan beras merah. WHO merekomendasikan sumber karbohidrat terutama dari biji-bijian utuh, sayuran, buah, dan kacang-kacangan.
Ketujuh, alpukat yang mengandung lemak tak jenuh, serat, serta berbagai mikronutrien. Kedelapan, kopi dan teh secukupnya. Kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi bukan pengganti tidur yang cukup.
Menjaga daya ingat dan konsentrasi tidak cukup hanya dengan menambahkan satu makanan ke dalam menu. Bukti penelitian lebih banyak mendukung pola makan kesehatan otak yang beragam dan seimbang. WHO menganjurkan orang berusia di atas 10 tahun mengonsumsi setidaknya 400 gram buah dan sayuran per hari, serta membatasi gula bebas, garam, lemak trans, dan makanan ultra-proses. Makanan penjaga daya ingat bukan soal mencari satu “makanan ajaib”, melainkan membangun kebiasaan makan yang beragam dan konsisten.




