Edukasi

Ingin Dibangunkan Istana Dari Emas di Surga? Amalkan Shalat Shunnat Ini

×

Ingin Dibangunkan Istana Dari Emas di Surga? Amalkan Shalat Shunnat Ini

Sebarkan artikel ini
Istana Emas di Surga
Istana Emas di Surga

BANDUNG— Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zuhur. Meski hukumnya sunnah, keutamaannya luar biasa. Bahkan, Nabi ﷺ menjadikannya wasiat khusus kepada beberapa sahabat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)

Ayat ini menjadi dalil umum tentang shalat di kedua ujung siang, termasuk shalat Dhuha. Allah menjanjikan bahwa kebaikan itu menghapus keburukan.

Wasiat Nabi ﷺ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ: بِصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

“Kekasihku (Nabi ﷺ) berwasiat kepadaku dengan tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178, Muslim no. 721)

Wasiat ini menunjukkan betapa pentingnya shalat Dhuha, meski hanya dua rakaat.

Keutamaan Shalat Dhuha 2 Rakaat

Dua rakaat adalah jumlah minimal shalat Dhuha. Meski sedikit, pahalanya tidak main-main.

1. Mencukupi Sedekah Seluruh Persendian

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap pagi, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, dan nahi mungkar adalah sedekah. Dan semua itu dicukupi oleh dua rakaat yang dikerjakan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim no. 720)

Hadits ini menjelaskan bahwa dua rakaat Dhuha saja sudah cukup menggantikan sedekah untuk 360 persendian tubuh kita. Betapa besar pahalanya!

2. Diampuni Dosanya Meski Sebanyak Buih di Laut

مَنْ حَافَظَ عَلَى شَفْعَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa menjaga shalat Dhuha, maka dosanya diampuni meskipun sebanyak buih di laut.” (HR. Tirmidzi no. 476, hasan)

Hadits ini menjadi motivasi kuat untuk tidak meninggalkan Dhuha, meski hanya dua rakaat.

Keutamaan Shalat Dhuha 4 Rakaat

Jika dua rakaat sudah luar biasa, empat rakaat lebih dahsyat lagi. Nabi ﷺ menyebutkan janji khusus bagi yang mengerjakannya.

مَنْ صَلَّى الضُّحَى أَرْبَعًا، وَقَبْلَ الْأُولَى أَرْبَعًا، حُرِّمَ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa shalat Dhuha empat rakaat, dan sebelum yang pertama empat rakaat (yakni shalat sunnah rawatib), maka ia diharamkan atas neraka.” (HR. Ahmad, Thabrani, hasan)

Dalam riwayat lain, Allah menjanjikan kecukupan rezeki:

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: ابْنَ آدَمَ، لَا تُعْجِزْنِي مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal siang, niscaya Aku cukupkan untukmu di akhir harimu.'” (HR. Ahmad, Abu Dawud, hasan)

Hadits ini menunjukkan bahwa empat rakaat Dhuha menjadi sebab datangnya kecukupan rezeki dan perlindungan sepanjang hari.

Keutamaan Shalat Dhuha Lebih dari 4 Rakaat

Shalat Dhuha bisa dikerjakan hingga 12 rakaat. Semakin banyak rakaat, semakin besar pahalanya.

1. Dibangunkan Istana di Surga

مَنْ صَلَّى الضُّحَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا مِنْ ذَهَبٍ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa shalat Dhuha dua belas rakaat, Allah akan membangunkan untuknya istana dari emas di surga.” (HR. Tirmidzi no. 477, Ibnu Majah no. 1381, hasan)

Hadits ini menjadi puncak keutamaan Dhuha. Dua belas rakaat memang berat, tetapi hadiahnya adalah istana emas di surga.

2. Mencukupi Kebutuhan dan Menjaga Kehormatan

Dalam hadits lain, Nabi ﷺ menyebut bahwa Dhuha dapat mencukupi kebutuhan hidup seseorang dan menjaganya dari meminta-minta.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: يَا ابْنَ آدَمَ، اكْفِنِي أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Wahai anak Adam, cukupkanlah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku cukupkan untukmu di akhir harimu.'” (HR. Ahmad, hasan)

Waktu Shalat Dhuha

Waktu terbaik shalat Dhuha adalah ketika matahari sudah naik setinggi tombak (sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit) hingga sebelum matahari tergelincir ke arah barat (zawal). Namun, waktu paling utama adalah saat matahari sudah panas menyengat, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

“Shalat awwabin adalah ketika anak unta merasakan panas.” (HR. Muslim no. 748)

Shalat Dhuha adalah amalan ringan dengan pahala berlimpah. Dua rakaat sudah cukup untuk bersedekah 360 persendian. Empat rakaat menjamin kecukupan rezeki. Dua belas rakaat membangunkan istana di surga. Maka, jangan sia-siakan kesempatan ini. Mulailah dari dua rakaat, lalu tingkatkan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: QS. Hud: 114; HR. Bukhari no. 1178; HR. Muslim no. 720, 721, 748; HR. Tirmidzi no. 476, 477; HR. Ibnu Majah no. 1381; HR. Ahmad.