Edukasi

Pahala Bacaan Huruf Al-Qur’an saat Shalat Fardhu Berjamaah: 100 Kebaikan per Huruf

×

Pahala Bacaan Huruf Al-Qur’an saat Shalat Fardhu Berjamaah: 100 Kebaikan per Huruf

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi imam membaca Al-Qur'an saat shalat fardhu berjamaah di masjid.
Ilustrasi imam membaca Al-Qur'an saat shalat fardhu berjamaah di masjid.

JAKARTA — Shalat fardhu berjamaah memiliki keutamaan 27 derajat lebih tinggi dibanding shalat sendirian. Namun, ada satu rahasia yang jarang disadari: bacaan Al-Qur’an di dalamnya memiliki pahala yang jauh lebih besar daripada membaca di luar shalat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi no. 2910, sahih)

Hadits ini berlaku umum. Namun, para ulama menjelaskan bahwa membacanya di dalam shalat lebih utama daripada di luar shalat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

“Perintah membaca Al-Qur’an dan anjuran melakukannya mencakup orang yang shalat lebih besar daripada selainnya. Sesungguhnya membaca Al-Qur’an di dalam shalat lebih utama daripada di luar shalat. Dan keutamaan yang disebutkan bagi pembaca Al-Qur’an mencakup orang yang shalat lebih besar daripada selainnya.”

100 Kebaikan per Huruf

Jika di luar shalat setiap huruf bernilai 10 kebaikan, maka di dalam shalat nilainya berlipat menjadi 100 kebaikan. Ini disebutkan dalam riwayat dari Imam Ali bin Abi Thalib dan Imam Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فِي صَلَاتِهِ قَائِمًا، كُتِبَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ مِائَةُ حَسَنَةٍ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah di dalam shalatnya dalam keadaan berdiri, maka dituliskan baginya setiap huruf seratus kebaikan.”

Bayangkan. Surat Al-Fatihah saja memiliki sekitar 120 huruf. Jika dibaca dalam shalat, itu berarti 12.000 kebaikan hanya dari satu surat. Belum lagi surat-surat lain yang dibaca setelahnya.

Shalat Berjamaah: 27 Derajat dan Pahala Berlipat

Dalam shalat fardhu berjamaah, keutamaannya berlipat lagi. Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa perbedaan 25 dan 27 derajat tergantung pada kesempurnaan shalat dan sejauh mana seseorang menjaga shalat berjamaah.

Jika pahala bacaan dalam shalat sendirian 100 per huruf, maka dalam shalat berjamaah pahalanya bisa berlipat lebih dari itu. Allah Maha Luas pemberian-Nya.

Cara Memaksimalkan Pahala

Agar pahala setiap huruf benar-benar maksimal, perhatikan hal berikut:

1. Baca dengan tartil. Allah memerintahkan: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan dan jelas).” (QS. Al-Muzzammil: 4)
2. Jaga makhraj dan tajwid. Bacaan yang benar menjaga keabsahan shalat dan menyempurnakan pahala.
3. Jangan tergesa-gesa. Ibnu Mas’ud mencela bacaan yang terlalu cepat seperti syair. Nabi ﷺ membaca dengan tenang, ayat demi ayat.
4. Kerjakan berjamaah. Shalat fardhu berjamaah di masjid lebih utama bagi laki-laki, dengan pahala 27 derajat.

Setiap huruf yang kita baca dalam shalat adalah investasi. Alif, Lam, Mim bukan satu huruf, tetapi tiga. Dan masing-masing bernilai 100 kebaikan ketika dibaca dalam shalat. Jika dikerjakan berjamaah, pahalanya berlipat lagi.

Maka jangan tergesa-gesa. Jangan biarkan lisan melaju tanpa makna. Setiap huruf yang keluar dari mulut kita dalam shalat fardhu berjamaah adalah tabungan kebaikan yang tidak akan pernah habis.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: HR. Tirmidzi no. 2910; HR. Bukhari dan Muslim; QS. Al-Muzzammil: 4; Riwayat Imam Ali dan Imam Husain; Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab.