Edukasi

Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu: Tata Cara Lengkap Sesuai Sunnah

×

Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu: Tata Cara Lengkap Sesuai Sunnah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi seorang muslim berdzikir dan berdoa setelah menunaikan shalat fardhu.
Ilustrasi seorang muslim berdzikir dan berdoa setelah menunaikan shalat fardhu.

BANDUNG — Shalat fardhu adalah kewajiban utama. Namun, ibadah tidak berhenti begitu salam diucapkan. Rasulullah ﷺ mengajarkan serangkaian dzikir dan doa setelah shalat yang menjadi penyempurna, penambal kekurangan, dan pintu turunnya rahmat.

Para ulama telah bersepakat tentang disunnahkannya berdzikir setelah shalat. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menegaskan bahwa dalam masalah ini terdapat banyak hadis sahih .

Berikut tata cara dan bacaan dzikir serta doa setelah shalat fardhu sesuai tuntunan Nabi ﷺ, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.

1. Istighfar 3 Kali

Setelah salam, hendaklah membaca istighfar tiga kali :

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (3x)

Astaghfirullah (3x)

“Aku memohon ampun kepada Allah.” (3x)

2. Doa Keselamatan

Dilanjutkan dengan membaca :

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allahumma antas-salam, wa minkas-salam, tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram.

“Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahasuci Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim)

3. Tahlil dan Doa La Mani’a Lima A’thait

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir. Allahumma la mani’a lima a’thaita, wa la mu’thiya lima mana’ta, wa la yanfa’u dzal-jaddi minkal-jadd.

“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak bermanfaat kekayaan bagi pemiliknya dari (azab)-Mu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Doa Wasiat Nabi kepada Muadz bin Jabal

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.

“Ya Allah, bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i, sahih)

5. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33-33-33)

Membaca masing-masing 33 kali :

سُبْحَانَ اللَّهِ (33x) — Subhanallah — “Maha Suci Allah”

الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x) — Alhamdulillah — “Segala puji bagi Allah”

اللَّهُ أَكْبَرُ (33x) — Allahu Akbar — “Allah Maha Besar”

Kemudian disempurnakan menjadi 100 dengan membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.

“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa bertasbih 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali setiap selesai shalat—maka itu 99—lalu menyempurnakan yang ke-100 dengan tahlil, maka diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim)

6. Ayat Kursi

Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) setelah setiap shalat fardhu. Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.”

7. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Dibaca masing-masing satu kali setelah setiap shalat fardhu. Setelah Magrib dan Subuh, dianjurkan tiga kali .

8. Doa Tambahan untuk Magrib dan Subuh

Setelah Magrib dan Subuh, dianjurkan menambah tahlil sepuluh kali :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (10x)

La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.

“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (10x)

9. Berdoa dengan Doa Pilihan

Setelah dzikir-dzikir di atas, dianjurkan berdoa dengan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ atau doa pribadi. Di antara doa yang dianjurkan:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-nar.

“Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Catatan Penting

Syaikh Bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa dzikir-dzikir khusus seperti tahlil dan doa La mani’a lima a’thait hanya dianjurkan setelah shalat fardhu, bukan setelah shalat sunnah. Sedangkan istighfar dan doa keselamatan Allahumma antas-salam dianjurkan setelah setiap shalat, baik fardhu maupun sunnah .

Maka amalkanlah dzikir dan doa ini dengan istiqamah. Ia ringan di lisan, tetapi berat di timbangan. Ia singkat waktunya, tetapi besar pahalanya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: HR. Muslim, HR. Bukhari, HR. Abu Dawud, HR. Nasa’i; Al-Adzkar Imam An-Nawawi; Hisnul Muslim Syaikh Sa’id al-Qahthani; Fatwa Syaikh Bin Baz.