Politik dan Pemerintahan

92 Desa Uji Coba! Sumedang Cetak Sejarah Pilkades Digital

×

92 Desa Uji Coba! Sumedang Cetak Sejarah Pilkades Digital

Sebarkan artikel ini
92 Desa Uji Coba! Sumedang Cetak Sejarah Pilkades Digital
92 Desa Uji Coba! Sumedang Cetak Sejarah Pilkades Digital

SUMEDANG– Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meminta seluruh panitia dan jajaran terkait tidak ragu menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara digital. Sebanyak 92 desa di Kabupaten Sumedang akan mengikuti uji coba Pilkades digital 92 desa secara serentak. Pilkades digital Sumedang ini menjadi yang pertama di Indonesia.

“Kita siap uji coba secara keseluruhan,” kata Bupati Dony saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Serentak Secara Digital di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (8/10/2026).

Bupati Dony mengatakan penerapan Pilkades digital Sumedang merupakan bagian dari transformasi digital yang terus dilakukan Pemkab Sumedang. Menurutnya, perubahan teknologi harus dihadapi dengan kesiapan, bukan keraguan. “Teknologi harus kita taklukkan. Dengan cara belajar, berlatih dan membiasakan diri,” ujarnya.

Ia mengakui setiap perubahan biasanya menghadapi tantangan. Namun, pengalaman Sumedang dalam menerapkan digitalisasi pemerintahan desa menjadi modal. Bupati Dony mencontohkan penerapan E-Office Desa yang awalnya mendapat resistensi. “Awalnya susah, ada resistensi. Tapi sekarang aman, semuanya sudah berjalan,” katanya.

Karena itu, Dony meminta seluruh panitia, camat, perangkat daerah, BPD, dan pihak terkait tidak langsung pesimistis ketika menemukan kendala. “Kalau ada tantangan, jangan di awal berpikir pesimis. Berpikir positif. Insyaallah mampu,” tegasnya.

Menurut Dony, penerapan uji coba Pilkades digital 92 desa memiliki makna tersendiri karena desa merupakan ruang penting dalam praktik demokrasi langsung. “Kita ingin mencoba, dimulai dari desa pula, pemilihan secara elektronik secara masal bisa dilakukan. Kita siap, kita mampu,” ucapnya.

Ia menekankan kesiapan sumber daya manusia tetap faktor penting. Panitia diminta serius mengikuti bimbingan teknis dan simulasi sebelum hari pemungutan suara. “Jangan persoalan baru ada ketika pemungutan. Lebih baik sekarang ditanyakan, sehingga ada solusinya,” kata Dony.

“Kalau tidak ada yang mau memulai, siapa lagi? Kita mulai dari Sumedang,” tegasnya. Pilkades digital Sumedang pun menjadi tonggak sejarah demokrasi desa di Indonesia. Uji coba Pilkades digital 92 desa ini bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan keberanian Sumedang membuka jalan baru.