MANCHESTER – Paris Saint-Germain mempermalukan tuan rumah Manchester City dengan skor telak 4-2 dalam laga fase grup Liga Champions UEFA 2026/2027 di Stadion Etihad. Kemenangan ini menegaskan status juara bertahan yang kini kokoh di puncak klasemen dengan poin sempurna, sementara The Citizens terpuruk di peringkat ke-17.
Taktik garis pertahanan tinggi (high defensive line) yang diterapkan pelatih Enzo Maresca terbukti menjadi bumerang fatal saat dieksploitasi kecepatan Désiré Doué dan Ousmane Dembélé. Hanya dalam 15 menit awal, PSG sudah memimpin 2-0 sebelum Vitinha menambah luka City lewat sepakan melengkung indah di menit ke-32.
Manchester City melepaskan 26 tembakan sepanjang pertandingan namun hanya berbuah dua gol akibat ketidakefisienan di area penalti lawan. Sebaliknya, Les Parisiens tampil sangat klinis dengan mengonversi sembilan tembakan tepat sasaran menjadi empat gol melalui serangan balik yang mematikan dan terukur.
Erling Haaland sempat membangkitkan asa tuan rumah lewat dwigol, termasuk satu gol pada menit ke-75 yang mengubah skor menjadi 2-4. Namun, momentum kebangkitan tersebut kembali diredam oleh gol kontroversial Maghnes Akliouche di menit ke-63 yang tetap disahkan wasit meski ada protes keras terkait handball dalam proses build-up.
Drama mencapai puncaknya pada menit ke-89 ketika Gianluigi Donnarumma berhasil menepis tendangan penalti Ferran Torres, mantan rekan setimnya yang kini membela City. Penyelamatan gemilang itu sekaligus mengunci kemenangan mutlak PSG dan mempertegas anomali statistik di mana dominasi penguasaan bola tidak selalu berkorelasi dengan hasil akhir.
Laga ini menyajikan rekor intensitas serangan tertinggi dengan total 42 tembakan tercipta dalam 90 menit penuh aksi terbuka. Hasil ini menjadi pelajaran mahal bagi Maresca bahwa ambisi taktis tanpa keseimbangan defensif hanyalah bom waktu yang siap meledak kapan saja di level elite Eropa.








