PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengajak Indonesia membangun “koalisi negara independen” di kawasan Indo-Pasifik di tengah memanasnya rivalitas geopolitik dunia antara kekuatan-kekuatan besar global sperti AS dan China.
Ajakan itu disampaikan Macron saat menyambut Presiden RI dalam kunjungan kenegaraan di Paris. Macron menegaskan Prancis dan Indonesia memiliki visi yang sama untuk menjaga kedaulatan nasional tanpa harus menjadi subordinat kekuatan ekonomi besar dunia.
“Kami meyakini di Indo-Pasifik ada jalan ketiga yang harus dibangun. Bukan menjadi negara bawahan salah satu kekuatan besar dunia, tetapi membangun jalur kemerdekaan dan kedaulatan sendiri,” kata Macron.
Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis utama Prancis di kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam membangun ketahanan ekonomi, keamanan kolektif, serta menjaga independensi rantai pasok global.
Macron secara khusus menyinggung pentingnya mengurangi ketergantungan eksklusif terhadap negara-negara besar dalam sektor strategis seperti mineral kritis, tanah jarang, bahan baku industri, hingga pengelolaan limbah.
“Kami ingin membangun koalisi negara-negara independen. Negara yang tetap ingin berdagang, memproduksi, dan berkembang, tetapi tidak jatuh dalam ketergantungan eksklusif kepada kekuatan tertentu,” ujarnya.
Presiden Prancis itu juga menyebut hubungan Indonesia-Prancis saat ini mengalami perkembangan sangat pesat. Kunjungan kenegaraan tersebut dilakukan tepat setahun setelah Macron berkunjung ke Indonesia.
Ia menyebut dinamika hubungan kedua negara tidak hanya didasarkan pada persahabatan lama, tetapi juga karena adanya kepentingan strategis bersama menghadapi perubahan geopolitik global.
“Krisis internasional di Eropa dan Asia menunjukkan pentingnya keamanan kolektif, ketahanan ekonomi, dan keseimbangan sosial,” kata Macron.
Pernyataan Macron dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Prancis ingin memperkuat poros kerja sama dengan Indonesia di tengah persaingan Amerika Serikat dan China yang semakin tajam di kawasan Indo-Pasifik.
Bagi Indonesia, posisi itu sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijaga Jakarta, yakni membangun kerja sama luas tanpa terjebak dalam blok geopolitik mana pun.








