BANDUNG – Menjenguk orang sakit merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain mempererat ukhuwah, menjenguk orang sakit juga menjadi bentuk kepedulian dan kasih sayang sesama Muslim. Bahkan, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit termasuk hak seorang Muslim atas Muslim lainnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
«حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلَامِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ»
Artinya:
«”Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)»
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا»
Artinya:
«”Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat menyeru: Semoga engkau berbahagia, perjalananmu baik, dan engkau mendapatkan tempat di surga.”
(HR. Jami’ at-Tirmidhi)»
Doa yang Dianjurkan Saat Menjenguk Orang Sakit
1. Doa Kesembuhan yang Diajarkan Rasulullah ﷺ
«لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
Transliterasi:
«Lā ba’sa ṭahūrun in syā’ Allāh.»
Artinya:
«”Tidak mengapa, semoga sakit ini menjadi pembersih dosa, insya Allah.”»
Doa ini diucapkan Rasulullah ﷺ ketika menjenguk orang sakit.
(HR. Sahih al-Bukhari)
2. Doa Memohon Kesembuhan
«أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ»
Transliterasi:
«As’alullāhal ‘Azhīma Rabbal ‘Arsyil ‘Azhīmi an yasyfiyaka.»
Artinya:
«”Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang agung, agar menyembuhkanmu.”»
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa ini dibaca tujuh kali ketika menjenguk orang sakit.
(HR. Sunan Abu Dawud dan Jami’ at-Tirmidhi)
3. Doa Nabi untuk Kesembuhan
«اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا»
Transliterasi:
«Allāhumma Rabban-nās adzhibil ba’sa wasyfi anta asy-Syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yughadiru saqamā.»
Artinya:
«”Ya Allah Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun.”»
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Landasan dari Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
«وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ»
Artinya:
«”Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.”
(QS. Asy-Syu’ara: 80)»
Ayat ini mengajarkan bahwa hakikat kesembuhan berasal dari Allah SWT, sedangkan manusia hanya berusaha melalui pengobatan dan doa.
Adab Menjenguk Orang Sakit
1. Mendoakan kesembuhan.
2. Memberikan semangat dan harapan baik.
3. Tidak berlama-lama jika kondisi pasien lemah.
4. Mengingatkan tentang kesabaran dan pahala.
5. Menjaga tutur kata agar tidak menambah beban psikologis orang yang sakit.
Penutup
Menjenguk orang sakit bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ibadah yang mendatangkan pahala besar. Seorang Muslim dianjurkan membawa ketenangan, harapan, dan doa ketika mengunjungi saudaranya yang sedang sakit.
Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepada seluruh kaum Muslimin yang sedang diuji dengan penyakit.
«اللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَى الْمُسْلِمِينَ»
Artinya:
«”Ya Allah, sembuhkanlah orang-orang sakit di antara kami dan seluruh kaum Muslimin.”»Catatan: Dalam bahasa Indonesia yang benar, istilah yang umum digunakan adalah “menjenguk orang sakit” atau dalam istilah fikih disebut ‘iyadah al-maridh (عيادة المريض). Adapun kata “melayat” biasanya digunakan untuk mengunjungi keluarga yang sedang berduka atau menghadiri takziah setelah ada yang meninggal dunia.






