Internasional

Iran Hujani Israel dengan Rudal, Peringatan Stop Serangan ke Lebanon

×

Iran Hujani Israel dengan Rudal, Peringatan Stop Serangan ke Lebanon

Sebarkan artikel ini
Serangan Rudal Iran
Ilustrasi : Serangan Rudal Iran ke Israel

TEHERAN – Iran meluncurkan gelombang rudal ke wilayah Israel pada Senin dini hari waktu setempat sebagai respons atas serangan Israel terhadap kawasan selatan Beirut, Lebanon.

Sirene peringatan meraung di sejumlah wilayah Israel setelah rudal-rudal Iran melintas menuju wilayah utara negara tersebut. Militer Israel mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat dan tidak menimbulkan kerusakan signifikan.

Juru bicara Komando Pusat Iran, Ibrahim Zolfaghari, menegaskan serangan itu merupakan balasan atas operasi militer Israel di kawasan Dahieh, basis kuat Hezbollah di Beirut Selatan.

Iran juga menuduh Amerika Serikat memberikan dukungan politik kepada Israel untuk melanjutkan operasi militernya di Lebanon.

“Jika Israel melanjutkan agresinya atau merespons tindakan Iran, maka mereka akan menghadapi pukulan yang jauh lebih keras,” tegas Zolfaghari dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah Iran.

Sementara itu, koresponden Al Jazeera di Teheran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps menyebut serangan tersebut sebagai “warning shot” atau tembakan peringatan.

Menurut laporan tersebut, Teheran tidak berniat membuka perang penuh dengan Israel, namun ingin mengirim pesan bahwa serangan terhadap Lebanon akan memicu respons langsung dari Iran.

Langkah Iran sekaligus menandai perubahan strategi kawasan. Teheran kini berusaha membangun doktrin baru bahwa serangan Israel terhadap Lebanon tidak lagi hanya menjadi urusan Beirut, melainkan juga menyangkut kepentingan keamanan Iran.

Di sisi lain, pemerintah Benjamin Netanyahu menghadapi dilema besar. Membalas Iran berpotensi memicu perang regional yang lebih luas, sementara menahan diri dapat dianggap sebagai kelemahan politik dan militer.

Meski ketegangan meningkat, Iran memastikan jalur diplomasi belum ditutup. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dilaporkan terus berkomunikasi dengan sejumlah negara di kawasan serta mempelajari proposal diplomatik dari Washington.

Serangan rudal tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa konflik Timur Tengah kini memasuki fase yang semakin berbahaya, dengan risiko meluas dari Lebanon ke konfrontasi langsung antara Iran dan Israel. (Sumber : AlJazeera)