SUMEDANG – Sebanyak 60 pemuda Sumedang resmi mengikuti Pelatihan Bahasa dan Budaya Pemagangan Jepang yang dibuka langsung Bupati Dony Ahmad Munir di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Rabu (10/6/2026).
Mereka adalah yang terpilih dari 201 pendaftar yang mengikuti tahapan seleksi ketat—artinya hanya sekitar satu dari tiga pendaftar yang lolos.
Pelatihan ini dibiayai penuh melalui APBD Kabupaten Sumedang dan diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Selama empat bulan, Juni hingga September 2026, para peserta akan menjalani pembekalan bahasa Jepang (Nihongo) dan pemahaman budaya (Bunka) secara intensif.
Bupati Dony menegaskan, keberhasilan bekerja di Jepang tidak cukup hanya bermodal keterampilan teknis.
“Pelatihan ini menjadi bekal yang sangat penting. Saya berharap tenaga kerja asal Sumedang mampu menunjukkan karakter yang jujur, disiplin, beretika, dan beretos kerja tinggi,” ujar Dony.
Soal pembiayaan keberangkatan, Pemda Sumedang menyiapkan skema pinjaman bunga rendah tanpa agunan melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dan KUR, bekerja sama dengan Bank Sumedang dan Bank BJB.
Kepala Disnakertrans Sumedang, Taufik Hidayat Slamet, menyebut penguasaan bahasa dan budaya sebagai kunci utama.
“Nihongo dan Bunka adalah jembatan untuk beradaptasi dan bekerja sukses di Jepang,” tegasnya.
Program ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Sumedang menekan angka pengangguran sekaligus mencetak tenaga kerja berdaya saing global yang membawa nama baik daerah di kancah internasional.





