GARUT – Fenomena fatherless country atau kondisi hilangnya peran psikologis ayah dalam pengasuhan anak kian menjadi sorotan serius. Menanggapi ancaman tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan pesan menohok dan meminta para kepala keluarga untuk meletakkan gawai mereka saat berada di rumah.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bupati Garut saat memimpin Apel Gabungan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (29/6).
Dalam amanatnya, Bupati Garut membacakan arahan tertulis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji. Ia menegaskan bahwa Harganas merupakan momentum krusial untuk memperkuat ketahanan keluarga, bukan sekadar acara seremonial tahunan.
“Wahai para ayah, letakkan gawai Anda saat berada di rumah. Peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dengarkan keluh kesah mereka, dan jadilah sahabat terbaik bagi mereka,” ujar Bupati Garut menyuarakan pesan Menteri Kependudukan.
Keterlibatan emosional ayah dinilai vital demi mencegah kerentanan mental anak akibat minimnya figur pelindung domestik.
Tak hanya berfokus pada ketahanan keluarga, momen apel gabungan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis Keputusan Bupati Garut terkait pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah memasuki Batas Usia Pensiun (BUP). Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdian panjang para aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Garut.
Beberapa pensiunan PNS yang menerima SK purnabakti tersebut antara lain Hj. Nonoh Kusniati, S.Kep., Ners (Dinas Kesehatan), Arif Rahman Hidayat, S.Si., Apt. (UPT Puskesmas Sukamerang), Ami Sukarsah, S.Pd. (SDN 3 Langensari), Sopian, S.E. (Dinas Perhubungan), dan Amin Hendrayana (Disnakertrans). Pemkab Garut mengapresiasi penuh atas seluruh jasa, tenaga, dan pikiran yang telah mereka curahkan.








