SUMEDANG – Bupati Dony dan Sekolah Ramah Anak Sumedang jadi sorotan saat peresmian TK Negeri Sartika. Bupati Dony minta sekolah jadi ruang aman, nyaman, dan membentuk karakter.
Sekolah Ramah Anak Sumedang juga harus ramah lingkungan. Sekolah Ramah Anak Sumedang dimulai dari kebiasaan kecil menjaga kebersihan.
TK Negeri Sartika terima 35 siswa baru. Bupati Dony dorong guru mendidik dengan hati.
SUMEDANG – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak untuk tumbuh dan membentuk karakter sejak usia dini.
Hal itu disampaikan Bupati Dony saat meresmikan TK Negeri Sartika di Dusun Palasah, Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua, Senin 13/7/2026. Peresmian ini menjadi tonggak hadirnya Sekolah Ramah Anak Sumedang pertama di desa tersebut.
“Hari ini kita meresmikan sebuah tempat yang menjadi investasi bagi masa depan anak-anak kita. Dari sinilah akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan menjadi kebanggaan Sumedang,” kata Dony.
TK Negeri Sartika merupakan taman kanak-kanak negeri pertama di Desa Ciawitali. Sekolah tersebut dibangun melalui Program Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan Unit Sekolah Baru Tahun 2025 dan pada tahun ajaran 2026/2027 telah menerima 35 peserta didik baru.
Menurut Bupati Dony, keberadaan TK Negeri Sartika bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Ia menekankan, pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian diperkuat di sekolah. Karena itu, guru dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan ketulusan.
“Guru harus bekerja dengan hati. Ketika mendidik dengan hati, anak-anak akan merasa nyaman, mudah menerima pembelajaran, dan tumbuh dengan karakter yang baik,” ujarnya.
Bupati Dony juga meminta seluruh tenaga pendidik menjadikan TK Negeri Sartika sebagai Sekolah Ramah Anak Sumedang dan ramah lingkungan. Menurutnya, lingkungan belajar yang bersih, hijau, aman, dan nyaman akan mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal.
“Tanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini. Sekolah harus bersih, asri, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak,” tuturnya.
Selain lingkungan sekolah, Bupati Dony menilai pembentukan karakter juga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Mulai dari menjaga kebersihan ruang kelas, halaman, hingga toilet sekolah.
“Anak-anak harus dibiasakan bertanggung jawab terhadap kebersihan. Toilet sekolah harus bersih, nyaman, dan wangi. Kebiasaan kecil seperti ini akan membentuk karakter disiplin, peduli, dan bertanggung jawab hingga dewasa,” pungkasnya.
Pemkab Sumedang berkomitmen menambah unit sekolah baru di wilayah 3T agar akses pendidikan merata. Dony berharap TK Negeri Sartika menjadi percontohan Sekolah Ramah Anak Sumedang yang mengintegrasikan pendidikan karakter, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan orang tua.
Dengan 35 siswa baru tahun ini, TK Negeri Sartika diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati, cinta lingkungan, dan siap menyongsong masa depan Sumedang yang lebih baik.








