Hukrim

Lansia Misterius Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari di Karawang

×

Lansia Misterius Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari di Karawang

Sebarkan artikel ini
Korban Tabrak Lari
Tragedi pagi buta! Lansia tak dikenal tewas diduga ditabrak motor di Rengasdengklok. Pelat nomor tertinggal jadi petunjuk

KARAWANG – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Jalan Pacing, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, pada Senin (20/7/2026) dini hari. Seorang lansia yang belum diketahui identitasnya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi luka parah.

Dugaan kuat mengarah bahwa almarhum merupakan korban tabrak lari oleh pengendara sepeda motor yang melintas saat sepi. Penemuan jenazah ini memicu kehebohan warga setempat yang langsung berinisiatif memberikan pertolongan pertama.

Berdasarkan kesaksian warga sekitar, Dedi Karyadi, kejadian bermula ketika ia menemukan tubuh seorang pria tua sudah tergeletak di tengah jalan raya sekitar pukul 03.00 WIB. Kondisi korban sangat memprihatinkan dengan berbagai luka yang konsisten dengan benturan keras. “Jam 3 kejadiannya. Korban sudah tergeletak di jalan,” ujar Dedi.

Selain jenazah, warga juga menemukan sebuah pelat nomor kendaraan yang tercecer di lokasi kejadian. Barang bukti ini menjadi harapan utama bagi penyidik untuk melacak pelaku, karena diduga kuat pelat tersebut milik pengendara yang menabrak korban tabrak lari sebelum kabur meninggalkan lokasi.

Namun, upaya penyelamatan nyawa almarhum terkendala oleh lambatnya respons dari pihak terkait. Petugas Ketertiban Umum (Trantib) desa mengaku telah berulang kali menghubungi kepolisian dan ambulans dari Puskesmas Rengasdengklok untuk meminta bantuan evakuasi medis. Sayangnya, panggilan tersebut tidak segera direspons. “Sudah beberapa kali dihubungi, tapi tidak ada yang merespons,” keluh petugas Trantib.

Akibat keterlambatan penanganan ini, korban akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah tiba di RS Hastien Rengasdengklok. Kelalaian dalam respons darurat ini menambah duka mendalam bagi masyarakat yang merasa prihatin atas nasib korban tabrak lari yang tidak memiliki keluarga atau identitas jelas di sisinya.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah almarhum masih berada di ruang jenazah RS Hastien Rengasdengklok. Pihak rumah sakit dan kepolisian masih berupaya mengungkap identitas korban tabrak lari melalui pemeriksaan fisik dan data forensik.

Polisi juga sedang mendalami keberadaan pelat nomor yang ditemukan di lokasi untuk mencari pemilik kendaraan yang diduga terlibat. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama di malam hari, serta pentingnya tanggung jawab moral dan hukum jika terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.