Politik dan Pemerintahan

31 Pegawai Jaga HAM Jabar, Teh Aanya Desak Negara Hadir

×

31 Pegawai Jaga HAM Jabar, Teh Aanya Desak Negara Hadir

Sebarkan artikel ini
Aanya Rina Casmayanti
Anggota Komite I DPD RI Aanya Rina Casmayanti datang ke Kanwil Kementerian HAM Jawa Barat untuk menyerap aspirasi sekaligus menginventarisasi pelaksanaan HAM Jawa Barat

BANDUNG – Di tengah ruang rapat yang penuh peserta, Teh Aanya Rina Casmayanti duduk serius menyimak setiap paparan. Anggota Komite I DPD RI ini datang ke Kanwil Kementerian HAM Jawa Barat untuk menyerap aspirasi sekaligus menginventarisasi pelaksanaan HAM Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Teh Aanya menegaskan, HAM adalah tanggung jawab negara. Kewajiban ini harus ditunaikan, bukan hanya di atas kertas. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kelemahan pelaksanaan UU No. 39 Tahun 1999, terutama soal kepastian hukum dan penuntasan kasus pelanggaran HAM Jawa Barat.

Kepala Kanwil HAM Jabar Hasbullah Fudail memaparkan kondisi riil.

Dengan hanya 31 pegawai, kami melayani 27 kabupaten/kota, ujarnya. Sepanjang 2025 tercatat 23 kasus pelanggaran HAM Jawa Barat, termasuk mediasi konflik rumah ibadah di Arcamanik, penganiayaan di Rancaekek, PHK massal di Garut, dan kasus pedofilia anak di Bandung.

Kepala Kantor DPD RI Provinsi Jawa Barat, Herman Hermawan mengapresiasi kinerja Kanwil yang bekerja senyap.

Setelah pertemuan ini kita bisa menyaksikan ternyata banyak yang sudah dilakukan oleh Kanwil Kementerian HAM Jawa Barat di tengah segala keterbatasan, katanya. Ia juga mendukung rencana MoU antara Command Center Teh Aanya dengan Kanwil HAM Jawa Barat untuk mempercepat penanganan dan edukasi HAM.

Teh Aanya mengapresiasi langkah cepat Kanwil HAM Jawa Barat dan memberikan pesan tegas, “Kita harus pastikan korban pulih dan pelaku ditindak tegas. Keadilan bagi korban bukanlah pilihan, melainkan kewajiban negara.

Petrus Paul Jadu dan Nurjaman turut menyampaikan pentingnya sinergi antarlembaga dan pendekatan kultural dalam penyelesaian konflik. Suasana pertemuan terlihat penuh semangat kolaborasi, dari diskusi di meja rapat hingga foto bersama dan penyerahan plakat.

*Warga Jawa Barat diajak aktif mendukung* penerapan *HAM Jawa Barat* dengan melapor pelanggaran, mendampingi korban, dan mengawasi pelayanan publik. Sebab, seperti yang ditegaskan Teh Aanya, perjuangan menegakkan HAM harus terus digelorakan dari pusat hingga daerah.