Edukasi

Menguak Jejak Batu Lingga Payung Berintan Permata

×

Menguak Jejak Batu Lingga Payung Berintan Permata

Sebarkan artikel ini
Bujang Manik
Menguak misteri Batu Lingga Payung berintan permata di Tasikmalaya bersama Anton Charliyan dan jejak Bujangga Manik. Simak keajaiban situs kuno Galuh di sini!

TASIKMALAYA — Di balik lebatnya Hutan Ular (Leuweung Oray) Bukit Kabuyutan, Dusun Awi Luar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya/Manonjaya, Tasikmalaya, tersembunyi artefak paling enigma di Nusantara.

Situs kuno Batu Lingga Payung tak hanya menyimpan keheningan tempat ritual bertapa para raja Galuh, tetapi juga menjejakkan kisah pengembaraan pangeran Pajajaran, Bujangga Manik, yang rela bermukim sembilan tahun demi menguak keagungan spiritualnya.

Keunikan sejarah mencatat bahwa Batu Lingga Payung pernah dijuluki sebagai Batu Lingga Agung karena berbalut kilau perhiasan berharga. Dalam naskah Sunda kuno, sang pangeran Bujangga Manik menuliskan kesaksiannya secara gamblang: ia menemukan tempat suci dengan lingga bertakhtakan intan permata yang kilapnya menutupi batu, lengkap dengan tujuh paviliun pemukiman yang dibangun menghadap ke arah Batu Hyang yang berdiri tegak menembus langit.

Potensi sejarah dan kesakralan situs ini turut menyedot perhatian tokoh kebudayaan nasional. Mantan Kapolda Jawa Barat yang kini menjabat sebagai Ketua Masyarakat Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan—yang akrab disapa Abah Anton—turun langsung memimpin eksplorasi dan riset lapangan bersama tim pegiat budaya.

Sebagai pemerhati sekaligus peneliti aktif situs-situs bersejarah Pasundan, Abah Anton bersama timnya berkomitmen mengawal konservasi dan mengungkap tabir keagungan Batu Lingga Payung agar jejak spiritual Bujangga Manik tetap terjaga keutuhannya.

Menuju puncak lokasi Batu Lingga Payung, para peziarah disuguhkan panorama mistis yang terekam utuh sejak era Bujangga Manik. Mulai dari dua pohon Kiara Korsi raksasa di pintu masuk, mata air suci Cikahuripan, hingga Batu Pangasahan Maung yang menyisakan goresan cakar harimau.

Di puncak tertinggi, bersemayam pula makam leluhur Kerajaan Galunggung era Batara Hyang, yakni Eyang Rama Gumilung Putih dan Eyang Ratu Gumilung Un Putih, yang kesakralannya terus dirawat masyarakat setempat melalui tradisi ritual Nyagara Gunung dan Nyapu Beberesih Kabuyutan.