Politik dan Pemerintahan

ASN Sumedang Diminta Jadi ‘Risk Officer’, Entaskan Kemiskinan & Dongkrak PAD

×

ASN Sumedang Diminta Jadi ‘Risk Officer’, Entaskan Kemiskinan & Dongkrak PAD

Sebarkan artikel ini
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sumedang, Budi Rahman, memimpin apel pagi dan memberikan arahan kepada jajaran ASN di Pusat Pemerintahan Sumedang
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sumedang, Budi Rahman, memimpin apel pagi dan memberikan arahan kepada jajaran ASN di Pusat Pemerintahan Sumedang

SUMEDANG – Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sumedang, Budi Rahman, menegaskan transformasi peran ASN Sumedang dari sekadar administrator menjadi agen perubahan strategis. Dalam apel pagi di Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (24/8/2026), ia meminta para kepala perangkat daerah bertindak sebagai risk officer yang proaktif memetakan dan menyelesaikan masalah riil di lapangan. Fokus utama adalah penurunan angka kemiskinan yang masih berada di 8,9 persen dan stunting sebesar 17,9 persen.

Budi menekankan bahwa penanganan isu sosial ini bukan hanya tanggung jawab dinas teknis, melainkan komitmen moral seluruh aparatur untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan daerah yang inklusif.

Selain isu kesejahteraan, penguatan ekonomi daerah menjadi agenda krusial. Budi menyoroti pentingnya optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kampung Makmur sebagai motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengajak seluruh ASN mendukung operasional BUMD dengan memanfaatkan fasilitas usaha yang tersedia, seperti kedai makan di lingkungan kantor. Langkah kecil ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap kas daerah.

Dengan dukungan penuh dari internal pemerintah, BUMD dapat berkembang lebih profesional dan inovatif, sehingga mampu memberikan manfaat terukur bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan fiskal daerah pada sumber pendapatan tradisional yang terbatas kapasitasnya.

Budi mengingatkan bahwa beban pembiayaan pembangunan tidak boleh terus-menerus bertumpu pada pajak dan retribusi yang justru memberatkan rakyat. “Kasihan masyarakat kalau pendapatan daerah hanya dari sektor itu,” ujarnya. Oleh karena itu, eksplorasi potensi ekonomi lain seperti energi panas bumi harus dioptimalkan. Diversifikasi sumber pendapatan ini akan menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Strategi ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun kemandirian ekonomi tanpa mengorbankan daya beli masyarakat, memastikan setiap rupiah yang masuk ke kas daerah berasal dari pengelolaan aset dan potensi alam yang efisien serta berorientasi jangka panjang.

Komitmen ini akan dikukuhkan melalui perjanjian kinerja yang dijadwalkan hari ini. Budi berharap seluruh jajaran ASN memahami bahwa integritas dan kinerja mereka langsung berdampak pada kesejahteraan warga. Dengan menjadi risk officer yang tanggap dan mendukung ekosistem bisnis daerah, ASN Sumedang membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang akuntabel.

Sinergi antara pelayanan publik yang prima dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan menjadi fondasi kokoh bagi Sumedang untuk maju lebih cepat, adil, dan sejahtera di tengah dinamika tantangan pembangunan yang semakin kompleks.