Edukasi

Jabariyah vs Qodariyah: Di Mana Posisi Aqidah Muslim Sejati?

×

Jabariyah vs Qodariyah: Di Mana Posisi Aqidah Muslim Sejati?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi seseorang sedang membaca Al Quran dengan khusyuk, menggambarkan pencarian kebenaran mengenai konsep takdir bebas (Qodariyah) dan paksaan (Jabariyah) dalam ajaran Islam
Ilustrasi seseorang sedang membaca Al Quran dengan khusyuk, menggambarkan pencarian kebenaran mengenai konsep takdir bebas (Qodariyah) dan paksaan (Jabariyah) dalam ajaran Islam

BANDUNG – Perdebatan teologis mengenai aliran Jabariyah dan Qodariyah kembali menyita perhatian umat Islam yang ingin memahami hakikat takdir secara komprehensif. Jabariyah berpendapat manusia tidak memiliki kehendak bebas (seperti wayang), sementara Qodariyah menganggap manusia menciptakan perbuatannya sendiri tanpa campur tangan Tuhan.

Namun, mayoritas ulama menolak kedua ekstrem ini dan memilih jalan tengah (Ahlus Sunnah wal Jamaah) yang menyeimbangkan antara ketetapan Ilahi dan usaha hamba.

Landasan penolakan terhadap ekstremisme teologi tersebut tertuang jelas dalam Dalil Al Quran dan Hadits Sahih. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Kahfi ayat 29: “Maka barangsiapa yang menghendaki, hendaklah ia beriman; dan barangsiapa yang menghendaki, hendaklah ia kafir.” Ayat ini membuktikan adanya unsur pilihan (ikhtiyar) pada manusia, sekaligus menegaskan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin-Nya.

Tanpa dasar Dalil Al Quran dan Hadits Sahih, pemahaman takdir sering kali terjebak pada fatalisme atau kesombongan diri yang berlebihan.

Pandangan moderat ini juga diperkuat oleh Dalil Al Quran dan Hadits Sahih, khususnya hadits riwayat Imam Muslim dari Umar bin Khattab RA. Saat seorang badui bertanya apakah mereka harus pasrah saja tanpa berobat, Nabi SAW bersabda: “Berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya.” Ini menunjukkan bahwa meskipun takdir sudah tertulis, manusia wajib berusaha (kasb).

Mengabaikan aspek usaha berarti mengingkari sunnatullah yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Dalil Al Quran dan Hadits Sahih yang wajib diamalkan.

Jadi, kemana orang Islam seharusnya mengikuti? Jawabannya adalah pada akidah Asy’ariyah atau Maturidiyah yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia. Mereka meyakini bahwa Allah Maha Mengetahui dan Menentukan segalanya, namun manusia tetap bertanggung jawab atas pilihannya.

Dengan berpegang teguh pada Dalil Al Quran dan Hadits Sahih, umat Islam terhindar dari keputusasaan ala Jabariyah atau kesombongan ala Qodariyah, sehingga lahir sikap tawakkal yang disertai ikhtiar maksimal dalam menjalani kehidupan dunia.