Edukasi

Keutamaan Sujud Terakhir dalam Sholat: Saat Doa Paling Mustajab

×

Keutamaan Sujud Terakhir dalam Sholat: Saat Doa Paling Mustajab

Sebarkan artikel ini
Keutamaan Sujud Terakhir dalam Sholat
Keutamaan Sujud Terakhir dalam Sholat

BANDUNG – Istilah “sujud terakhir” yang Anda sebutkan kemungkinan yang dimaksud adalah sujud terakhir dalam shalat. Dalam setiap rakaat, kita melakukan dua sujud. Sujud terakhir—terutama sebelum tasyahud akhir dan salam—sering menjadi momen paling khusyuk untuk memohon kepada Allah. Mengapa? Karena dalam sujud, seorang hamba berada pada posisi terdekat dengan Rabb-nya. Mari kita telusuri dalil-dalilnya.

1. Sujud: Puncak Kedekatan Hamba dengan Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبِ

“Sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).” (QS. Al-‘Alaq: 19)

Ayat ini secara tegas menghubungkan sujud dengan qurb (kedekatan). Semakin sering dan semakin khusyuk sujud seseorang, semakin dekat pula ia kepada Allah.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika ia sujud. Maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim no. 482)

Hadits ini menjadi dasar utama mengapa sujud terakhir sangat dianjurkan untuk diisi dengan doa.

2. Sujud Terakhir dalam Shalat: Waktu Mustajab

Dalam shalat, sujud terakhir sebelum salam adalah momen terakhir kita masih berada dalam posisi sujud. Nabi ﷺ memberikan panduan khusus:

أَلَا وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

“Ketahuilah, aku dilarang membaca Al-Qur’an saat rukuk atau sujud. Adapun rukuk, maka agungkanlah Tuhan di dalamnya. Adapun sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena sangat mungkin doa kalian dikabulkan.” (HR. Muslim no. 479)

Hadits ini menunjukkan bahwa sujud—termasuk sujud terakhir—adalah tempat terbaik untuk memperbanyak doa. Tidak ada dalil yang membatasi keutamaan ini hanya pada sujud terakhir, tetapi karena sujud terakhir adalah penutup sebelum salam, banyak ulama menganjurkan memanfaatkannya secara khusus.

3. Keutamaan Sujud yang Menakjubkan

a. Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat

عَنْ ثَوْبَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً، وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً، وَرَفَعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةً

“Tidaklah seorang hamba sujud kepada Allah satu kali sujud, melainkan Allah menuliskan untuknya satu kebaikan, menghapus satu kesalahan, dan mengangkat satu derajat.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

b. Sujud dengan Tujuh Anggota Tubuh

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى أَنْفِهِ – وَالْيَدَيْنِ، وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ

“Aku diperintahkan untuk sujud dengan tujuh tulang: dahi—beliau memberi isyarat ke hidungnya—kedua tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki.” (HR. Bukhari no. 812, Muslim no. 490)

c. Orang Beriman Menyungkur Sujud

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.” (QS. As-Sajdah: 15)

4. Amalan di Sujud Terakhir

Agar sujud terakhir benar-benar bermakna, perhatikan hal berikut:

1. Tuma’ninah – diam sejenak, jangan tergesa-gesa.
2. Baca tasbih minimal tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.”
3. Perbanyak doa – baik doa dunia maupun akhirat.
4. Doa yang diajarkan Nabi ﷺ:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
“Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.” (HR. Bukhari no. 794, Muslim no. 484)
5. Doa sebelum salam juga dianjurkan, seperti doa Abu Bakar:
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Bukhari no. 834, Muslim no. 2705)

5. Kesalahan yang Perlu Dihindari

· Sujud terburu-buru tanpa tuma’ninah.
· Menganggap sujud terakhir satu-satunya tempat doa, padahal semua sujud memiliki keutamaan.
· Berdoa dengan lafaz yang tidak jelas atau melampaui batas.
· Tidak khusyuk karena pikiran melayang ke urusan dunia.

Penutup

Sujud terakhir dalam shalat adalah mutiara yang sering terlewatkan. Padahal, di saat itulah seorang hamba berada paling dekat dengan Allah. Manfaatkan setiap sujud—terlebih sujud terakhir—untuk menuangkan isi hati, memohon ampunan, dan meminta segala kebaikan. Semoga Allah menerima shalat kita dan menjadikan sujud kita sebagai sebab diangkatnya derajat di sisi-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab.