Edukasi

Dzikir Setelah Shalat: Kunci Ampunan dan Tali Pertolongan Alloh

×

Dzikir Setelah Shalat: Kunci Ampunan dan Tali Pertolongan Alloh

Sebarkan artikel ini
Dzikir setelah shalat fardhu adalah amalan ringan dengan pahala besar
Dzikir setelah shalat fardhu adalah amalan ringan dengan pahala besar

BANDUNG — Banyak yang mengira ibadah selesai begitu salam diucapkan. Padahal, justru di detik-detik setelah shalat, ada amalan ringan yang menyimpan keutamaan luar biasa. Dzikir dan doa setelah shalat fardhu bukan sekadar pelengkap. Ia adalah penyempurna, penambal kekurangan, dan pintu turunnya rahmat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ

“Apabila kamu telah menyelesaikan shalat, maka berzikirlah kepada Allah ketika berdiri, duduk, maupun berbaring.” (QS. An-Nisa: 103)

Ayat ini menjadi dasar bahwa zikir adalah kelanjutan dari shalat. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menegaskan: “Para ulama telah bersepakat tentang disunnahkannya berzikir setelah shalat. Dalam masalah ini terdapat banyak hadis sahih.”

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum duduk bersama untuk berzikir kepada Allah, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat Allah meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan para malaikat yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim no. 2700)

Empat kemuliaan sekaligus: dikelilingi malaikat, diliputi rahmat, dianugerahi ketenangan, dan disebut Allah di hadapan para malaikat. Itulah balasan bagi yang berdzikir.

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu

Berikut urutan bacaan yang diajarkan Nabi ﷺ, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya:

1. Istighfar 3 Kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Astaghfirullahal-‘azhim (3x)

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

2. Doa Keselamatan

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُودُ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allahumma antas-salam, wa minkas-salam, wa ilaika ya’udus-salam, fahayyina rabbana bis-salam, wa adkhilnal jannata daras-salam, tabarakta rabbana wa ta’alaita ya dzal-jalali wal-ikram.

“Ya Allah, Engkau adalah As-Salam (sumber keselamatan), dari-Mu keselamatan, dan kepada-Mu keselamatan kembali. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan keselamatan, dan masukkanlah kami ke dalam surga, rumah keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.”

3. Doa La Mani’a Lima A’thait

اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Allahumma la mani’a lima a’thaita, wa la mu’thiya lima mana’ta, wa la radda lima qadhaita, wa la yanfa’u dzal-jaddi minkal-jadd.

“Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau tetapkan, dan tidak bermanfaat kekayaan bagi pemiliknya dari (azab)-Mu.”

4. Doa Wasiat Nabi kepada Muadz bin Jabal

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.

“Ya Allah, bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

5. Tasbih, Tahmid, Takbir (33-33-33)

سُبْحَانَ اللهِ (33x) — Subhanallah — “Maha Suci Allah”
الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x) — Alhamdulillah — “Segala puji bagi Allah”
اللهُ أَكْبَرُ (33x) — Allahu Akbar — “Allah Maha Besar”

Kemudian disempurnakan menjadi 100 dengan bacaan tahlil:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

La ilaha illallah, wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.

“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ اللهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa bertasbih kepada Allah 33 kali setiap selesai shalat, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali—maka itu 99—lalu menyempurnakan yang ke-100 dengan membaca tahlil, maka diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim)

6. Ayat Kursi

اَللهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ…

Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. Nasa’i, dinilai sahih)

7. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Dibaca masing-masing satu kali setelah setiap shalat fardhu. Setelah Magrib dan Subuh, dianjurkan tiga kali.

Penutup

Dzikir dan doa setelah shalat fardhu bukan amalan berat. Waktunya singkat. Tapi balasannya: ampunan dosa, ketenangan hati, perlindungan malaikat, dan janji surga. Maka jangan buru-buru berlalu setelah salam. Duduklah sejenak. Basahi lisan dengan zikir. Sampaikan hajat kepada Allah. Sebab di detik-detik itulah pintu rahmat terbuka lebar.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: QS. An-Nisa: 103; HR. Muslim no. 2700, 597; HR. Bukhari; HR. Abu Dawud; HR. Nasa’i; Al-Adzkar Imam An-Nawawi.