BANDUNG — Musibah datang tanpa permisi. Gempa, banjir, kebakaran, penyakit, atau kecelakaan bisa terjadi dalam hitungan detik. Sebagai orang beriman, kita diajarkan untuk tidak hanya berpasrah, tetapi juga memohon perlindungan kepada Allah melalui doa tolak bala. Rasulullah ﷺ telah mencontohkan sejumlah doa yang menjadi perisai dari segala marabahaya.
Berikut beberapa doa tolak bala yang diajarkan Nabi ﷺ, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.
1. Doa Berlindung dari Musibah Tak Terduga
Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin Umar oleh Imam Muslim. Ia mencakup perlindungan dari hilangnya nikmat, perubahan kesehatan, azab mendadak, dan segala kemurkaan Allah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Allahumma inni a’udzu bika min zawali ni’matika, wa tahawwuli ‘afiyatika, wa fuja’ati niqmatika, wa jami’i sakhatika.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, perubahan kesehatan yang Engkau berikan, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim)
2. Doa Berlindung dari Bencana Fisik
Doa ini mencakup perlindungan dari tertimpa reruntuhan, jatuh dari tempat tinggi, tenggelam, kebakaran, dan kematian yang buruk. Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan An-Nasa’i.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ
Allahumma inni a’udzu bika minal hadmi, wa a’udzu bika minat taraddi, wa a’udzu bika minal gharqi wal hariqi.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan, aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi, dan aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam serta terbakar.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)
3. Doa Berlindung dari Segala Bala
Doa ini lebih singkat, tetapi mencakup perlindungan dari bala, keruntuhan, tenggelam, kebakaran, dan godaan setan saat kematian. Diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud dan An-Nasa’i.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْهَدْمِ وَالْغَرَقِ وَالْحَرَقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ
Allahumma inni a’udzu bika minal bala’i wal hadmi wal gharaqi wal haraqi, wa a’udzu bika an yatakhabbathani asy-syaithanu ‘indal maut.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bala, keruntuhan, tenggelam, kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu agar setan tidak menyesatkanku ketika kematian.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)
4. Doa Perlindungan dari Kejahatan Makhluk
Doa ini sangat ringan dan dianjurkan dibaca pagi dan petang. Diriwayatkan dari Utsman bin Affan oleh Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis sama’i wa huwas sami’ul ‘alim.
“Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan membahayakan. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Doa Bukan Pengganti Ikhtiar
Membaca doa tolak bala adalah bagian dari ikhtiar batin. Namun, doa harus disertai usaha nyata: menjaga kesehatan, mempersiapkan diri menghadapi bencana, dan mengikuti arahan pihak berwenang. Islam mengajarkan bahwa tawakal sejati didahului oleh usaha yang sungguh-sungguh.
Selain doa, perbanyaklah sedekah, istighfar, dan menjaga silaturahmi. Sebab, amal-amal tersebut juga menjadi perisai dari musibah.
Penutup
Musibah tidak selalu bisa dihindari, tetapi doa adalah benteng yang tidak pernah runtuh. Rasulullah ﷺ telah mewariskan doa-doa yang ringan di lisan, tetapi berat di timbangan. Amalkan di waktu lapang, agar Allah mengenali kita saat kesulitan datang. Semoga Allah melindungi kita, keluarga, dan negeri ini dari segala bala.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber: HR. Muslim; HR. Abu Dawud; HR. An-Nasa’i; HR. Tirmidzi.




