NEW YORK – Perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) rupanya tak melulu soal ancaman robot pembunuh layaknya di film fiksi ilmiah. Sejarawan dunia, Yuval Noah Harari, justru melontarkan peringatan yang jauh lebih mencekam terkait nasib umat manusia di masa depan.
Harari menganalogikan posisi manusia di masa mendatang akan persis seperti seekor sapi pada zaman sekarang. “Sapi tahu manusia itu ada, tapi mereka sama sekali buta soal konsep uang, bursa saham, atau pasar obligasi yang nyatanya mengendalikan hidup mereka,” katanya dalam ukun TikTok @Youval_Noah_Harari yang diunggah beberapa waktu lalu.
Meskipun Anda seorang aktivis hak hewan, Anda tidak akan pernah bisa menjelaskan cara kerja pasar obligasi kepada seekor sapi. Ketidakpahaman yang sama akan dialami manusia ketika kecerdasan buatan mulai merajai seluruh aspek kehidupan.
Menurut Harari, AI saat ini sedang bersiap mengambil alih sistem finansial dan seluruh birokrasi global. Hal ini sangat masuk akal karena birokrasi adalah habitat asli bagi AI, sementara bagi manusia hal itu adalah sesuatu yang rumit dan asing.
“Manusia berevolusi di hutan selama jutaan tahun, bukan di dalam kantor yang penuh dengan tumpukan kertas administrasi. Sebaliknya, AI lahir di lingkungan kantor dan mampu mengingat seluruh riwayat transaksi yang tak mungkin dihafal oleh bankir manusia mana pun,” ungkap Hariri.
Dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun ke depan, AI diprediksi akan menciptakan sistem keuangan yang terlalu canggih untuk dicerna otak manusia. Kondisi inilah yang membuat kita tak akan paham lagi bagaimana entitas digital tersebut bekerja mengatur denyut nadi perekonomian kita.
Sang pewawancara pun menyimpulkan paparan tersebut dengan menyebut bahwa pada akhirnya kita semua adalah “sapi masa depan”. Harari tanpa ragu membenarkan kesimpulan itu, menegaskan bahwa manusia perlahan akan kehilangan pemahaman atas sistem yang mengontrol hidup mereka.
Pernyataan kontroversial ini langsung memicu rentetan komentar netizen di jagat maya yang merasa ngeri sekaligus tergelitik. Salah satu warganet menuliskan, “Kasihan sekali nasib kita, nanti diurus oleh mesin seperti menggembala kerbau di sawah!”.
Kecemasan serupa juga diungkapkan oleh netizen lain yang menyoroti dominasi teknologi yang semakin merajalela. “Bener oge tah si Mamang, ayeuna ge geus loba nu lieur ku pinjol, komo deui mun AI nu ngatur duit,” celoteh warganet tersebut menanggapi era baru ini. (Sumber: Akun TikTok @Youval_Noah_Harari)




