BANDUNG — Dalam Islam, memiliki anak laki-laki bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa setiap ayah adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Sayangnya, masih banyak yang mengira kewajiban ayah hanyalah mencari nafkah. Padahal, tanggung jawabnya jauh lebih luas.
1. Menanamkan Tauhid Sejak Dini
Ini adalah pondasi utama. Sebelum mengajarkan hal lain, ayah wajib menanamkan akidah yang lurus kepada anak laki-lakinya. Allah mengabadikan nasihat Luqman kepada anaknya:
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya: ‘Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.’” (QS. Luqman: 13)
Ayah harus menjadi teladan dalam mentauhidkan Allah dan menjauhkan anak dari syirik.
2. Mengajarkan Shalat dan Ibadah
Rasulullah ﷺ bersabda:
مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ، وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا
“Perintahkanlah anak kecil untuk shalat apabila telah berumur tujuh tahun, dan apabila telah berumur sepuluh tahun maka pukullah ia (jika meninggalkannya).” (HR. Abu Dawud no. 494)
Hadis ini menunjukkan bahwa ayah memiliki kewajiban mendidik anak laki-laki menjalankan shalat secara bertahap. Bukan sekadar memerintah, ayah harus memberi contoh dengan shalat berjamaah dan mengajak anak serta.
3. Memberi Nafkah yang Halal
Ayah wajib menanggung nafkah anak laki-lakinya. Allah berfirman:
وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.” (QS. Al-Baqarah: 233)
Nafkah ini mencakup makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Namun, kewajiban nafkah ini gugur apabila anak laki-laki sudah dewasa, mampu bekerja, dan mandiri.
4. Mendidik Akhlak dan Adab
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Tidak ada sesuatu yang diberikan orang tua kepada anaknya yang lebih utama dibanding adab yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Ayah bertanggung jawab membentuk karakter anak laki-laki agar jujur, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain. Ini bukan tugas ibu semata, melainkan kewajiban bersama yang porsinya lebih besar pada ayah sebagai pemimpin keluarga.
5. Menjadi Teladan dan Berlaku Adil
Rasulullah ﷺ memerintahkan berlaku adil kepada semua anak. Dalam hadis tentang kepemimpinan:
كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ… وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya… Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.” (HR. Bukhari)
Ayah tidak boleh membedakan kasih sayang atau pemberian hanya karena jenis kelamin. Keadilan ayah akan menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan pada anak.
Menjadi ayah dari anak laki-laki adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah ﷺ sendiri adalah teladan terbaik dalam mendidik generasi muda. Maka, sudahkah kita menunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya?
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber: QS. Luqman: 13; QS. Al-Baqarah: 233; HR. Abu Dawud no. 494; HR. Tirmidzi; HR. Bukhari.




