Edukasi

Ohan Hafiz Digeber, Pemkot Tasikmalaya Kejar Target Satu Kelurahan Satu Hafiz

×

Ohan Hafiz Digeber, Pemkot Tasikmalaya Kejar Target Satu Kelurahan Satu Hafiz

Sebarkan artikel ini
Ohan Hafidz
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pembina Ohan Hafiz di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa, 13 Januari 2026 siang

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus menggenjot realisasi program unggulan Ohan Hafiz (One Kelurahan One Hafiz) dengan memperkuat peran pembina.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pembina Ohan Hafiz yang digelar di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa, 13 Januari 2026 siang.

Program yang menargetkan lahirnya satu hafiz Al-Qur’an di setiap kelurahan ini masih menghadapi tantangan nyata pada fase awal pelaksanaannya.

Dari total 69 kelurahan yang menjadi sasaran, hingga kini baru 49 peserta yang berhasil terjaring dan masuk dalam angkatan pertama.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, menegaskan bahwa evaluasi rutin terus dilakukan agar program berjalan sesuai arah dan tidak tersendat di lapangan.

“Sejauh ini program berjalan lancar meskipun masih di tahap awal. Evaluasi ini penting untuk memantau perkembangan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi kendala,” ujar Asep Goparullah kepada wartawan, Selasa siang.

Ia menambahkan, ke depan pola pembinaan tidak akan berjalan secara tunggal. Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong adanya perbandingan dan sinergi metode dengan berbagai rumah tahfiz guna meningkatkan kualitas hafalan sekaligus mengefektifkan waktu pembinaan.

“Kita ingin ada pembanding metode. Dengan begitu, kualitas meningkat dan proses pembinaan bisa lebih cepat serta terukur,” jelasnya.

Menurut Asep Goparullah, peningkatan kapasitas terhadap 20 pembina yang terlibat bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program di tahun-tahun mendatang.

“Targetnya jelas, satu periode pembinaan harus tuntas tepat waktu. Ini bukan sekadar menggugurkan agenda,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya, Asep Dudi, mengakui belum tercapainya target peserta bukan tanpa alasan.

Salah satu faktor utama adalah syarat minimal hafalan lima juz Al-Qur’an yang dinilai cukup berat bagi sebagian masyarakat.

“Targetnya satu kelurahan satu hafiz, artinya minimal 69 peserta. Namun saat ini baru 49 orang yang memenuhi syarat karena ketentuan hafalan minimal lima juz,” ungkapnya.

Ia menegaskan, persyaratan tersebut bersifat mutlak mengingat masa pembinaan hanya berlangsung selama satu tahun. Tanpa bekal hafalan awal, target menghafal 30 juz dinilai sulit dicapai.

“Jika mulai dari nol, rata-rata dibutuhkan waktu sekitar tiga setengah tahun untuk menghafal 30 juz. Karena itu, lima juz menjadi modal wajib,” jelasnya.

Untuk menutup kekosongan dari kelurahan yang belum memiliki perwakilan, Pemkot Tasikmalaya berencana bergerak lebih agresif pada gelombang kedua.

Sosialisasi akan diperluas dengan menyasar pesantren, DKM masjid, rumah tahfiz, hingga jaringan tahfiz mandiri di tengah masyarakat.
“Gelombang kedua direncanakan mulai Juni. Kami akan turun langsung ke wilayah yang masih kosong agar seluruh kelurahan bisa terisi,” tambahnya.

Di akhir masa pembinaan, seluruh peserta akan mengikuti tes akhir sebelum diwisuda secara massal.

Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh syahadah atau sertifikat resmi yang ditandatangani kepala daerah serta pihak berkompeten di bidang tahfiz Al-Qur’an.

Menanggapi kemungkinan pengisian kuota dari luar kelurahan yang belum memiliki peserta, Asep Dudi menegaskan hal tersebut tidak dimungkinkan.

“Tidak ada naturalisasi. Peserta harus murni warga kelurahan setempat. Tujuannya jelas, melahirkan hafiz dari setiap kelurahan,” pungkasnya.

Dengan target besar dan waktu yang terbatas, program Ohan Hafiz kini berada di persimpangan antara idealisme satu kelurahan satu hafiz dan realitas kemampuan hafalan masyarakat yang belum merata.

Namun, dengan penguatan pembina dan strategi yang lebih adaptif, Pemerintah Kota Tasikmalaya optimistis langkah awal ini akan menjadi pijakan kokoh menuju cita-cita besar tersebut.