InternasionalUncategorized

Pulau Kharg, Jantung Ekspor Minyak Iran Jadi Target AS

23
×

Pulau Kharg, Jantung Ekspor Minyak Iran Jadi Target AS

Sebarkan artikel ini
Pulau Kharag Iran
Pulau Kharag Iran, Pusat Ekspor Minyak dan Gas Iran Jadi Incaran AS

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS melakukan pengeboman terhadap sejumlah aset militer di sekitar Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran di kawasan Teluk Persia.

Pulau kecil yang berada sekitar 25 kilometer dari pantai barat daya Iran itu dikenal sebagai “mahkota” industri minyak Iran karena menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah negara tersebut.

Pulau Kharg menjadi titik akhir jaringan pipa dari ladang-ladang minyak utama Iran. Dari fasilitas tersebut, minyak kemudian dimuat ke kapal tanker raksasa untuk dikirim ke berbagai pasar dunia.

Ekonom dan pakar minyak internasional Cornelia Meyer, CEO Meyer Resources, mengatakan fasilitas di Pulau Kharg memiliki peran vital tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi pasokan energi global.

“Pulau ini sangat penting karena menjadi satu-satunya lokasi dengan kedalaman laut yang memungkinkan kapal tanker besar merapat dan memuat minyak,” kata Meyer dalam wawancara dengan Al Jazeera dari Bern, Swiss.

Ia menjelaskan terminal minyak di Pulau Kharg memiliki kapasitas pemuatan sekitar 7 juta barel per hari. Namun dalam beberapa tahun terakhir volume ekspor berkisar 1,3 hingga 1,5 juta barel per hari akibat sanksi internasional.

Selain itu, fasilitas penyimpanan di pulau tersebut mampu menampung sekitar 28 hingga 30 juta barel minyak mentah.

Menurut Meyer, gangguan terhadap fasilitas tersebut berpotensi mengguncang pasar energi global karena Pulau Kharg merupakan titik strategis distribusi minyak Iran.

“Jika fasilitas ini lumpuh, harga minyak dunia bisa melonjak tajam,” ujarnya.

Trump sebelumnya mengklaim serangan yang dilakukan militer AS hanya menargetkan aset militer Iran. Namun ia juga memperingatkan bahwa infrastruktur minyak dapat menjadi target berikutnya jika situasi tidak mereda.

Ketegangan tersebut juga berkaitan dengan jalur strategis Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute perdagangan minyak paling vital di dunia.

Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia melewati selat sempit tersebut. Gangguan di wilayah ini dapat berdampak besar terhadap pasokan energi global dan stabilitas harga minyak dunia.

Sementar CNN mengabarkan AS tengah mengerahkan ribuan marini ke Timur Tengah. Diguga pasukan tersebut akan menyerbu ke Pulai Kharg.