Ekonomi

Perang Iran-AS Picu Harga Plastik Melonjak

×

Perang Iran-AS Picu Harga Plastik Melonjak

Sebarkan artikel ini
Toko Plastik
Toko Plastik

SERANG — Dampak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai terasa hingga ke sektor riil dalam negeri. Harga plastik di sejumlah daerah Indonesia dilaporkan melonjak tajam, bahkan mencapai 80 hingga 100 persen.

Di Kota Serang, Banten, lonjakan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik, mulai dari kantong hingga kemasan minuman. Kondisi ini dipicu oleh tersendatnya pasokan bahan baku dari pabrik serta meningkatnya biaya produksi.

Di Pasar Induk Rau, ketersediaan barang juga ikut terdampak. Jika sebelumnya pedagang mampu menyediakan hingga 20 jenis plastik, kini hanya sekitar separuhnya yang tersedia.

Harga gelas plastik kemasan minuman misalnya, naik dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per rol. Untuk ukuran medium, harga melonjak dari Rp7.000 menjadi Rp10.000. Sementara kantong plastik jenis HD mencatat kenaikan paling signifikan, dari Rp48.000 menjadi Rp83.000.

“Kenaikan bahan baku dari pabrik bisa sampai 100 persen. Pasokan juga berkurang drastis,” ujar salah seorang pedagang.

Dampak serupa juga dirasakan pelaku UMKM di daerah lain. Di Magetan, Jawa Timur, pengusaha kue tradisional mulai tertekan akibat mahalnya harga kemasan plastik.

Herna Asmarani, pelaku usaha bolu, mengaku harus mengambil langkah penyesuaian agar usahanya tetap bertahan. Ia menaikkan harga jual sekaligus mengurangi ukuran produk.

Harga kemasan plastik yang sebelumnya Rp30.000 per kilogram kini tembus Rp60.000. Kondisi ini memaksa pelaku usaha melakukan efisiensi di tengah tekanan biaya produksi.

“Tidak ada pilihan lain, harga dinaikkan sedikit dan ukuran dikurangi,” ujarnya.

Kenaikan harga plastik ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik global dapat merembet hingga ke sektor mikro di dalam negeri. Ketergantungan pada bahan baku impor membuat rantai pasok rentan terganggu saat terjadi eskalasi konflik internasional.

Jika kondisi ini terus berlanjut, pelaku usaha kecil menjadi pihak paling terdampak, sekaligus berpotensi mendorong kenaikan harga produk di tingkat konsumen. (Sumber : CNN)