SUMEDANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, mengingatkan aparatur sipil negara agar tidak lalai menunaikan kewajiban zakat sekaligus menegakkan disiplin administrasi dalam pengelolaan anggaran.
Pesan itu disampaikan saat memimpin Apel Pagi Gabungan lingkup PPS yang dirangkaikan dengan simbolisasi penyaluran bantuan sembako hasil infak dan sedekah aparatur, Senin (3/3/2026).
Dalam arahannya, Tuti menegaskan bahwa bantuan sembako kepada petugas kebersihan, satpam, dan pegawai non-ASN menjadi pengingat bahwa sebagian rezeki aparatur adalah hak orang lain.
“Sebagian rezeki yang kita terima ada hak orang lain di dalamnya. Minimal 2,5 persen yang disalurkan melalui BAZNAS akan kembali kepada masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh aparatur memanfaatkan momentum Ramadhan untuk melakukan introspeksi dan menghitung kembali kewajiban zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal sesuai nisab.
Menurutnya, zakat mal tidak hanya berasal dari tabungan atau emas, tetapi juga dari hasil pertanian, peternakan, dan perdagangan. Bahkan kepemilikan emas logam mulia di atas 85 gram sudah masuk kategori wajib zakat.
“Kita sering lupa bahwa hasil pertanian dan aset lainnya juga ada kewajiban zakatnya. Ramadan adalah waktu terbaik untuk menghitung dan menunaikan,” ujarnya.
Administrasi Tak Boleh Lalai
Tak hanya soal spiritualitas, Tuti juga menyoroti pentingnya tertib administrasi, khususnya dalam penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ).
Ia mengingatkan bahwa kegiatan yang baik tidak akan diakui tanpa dukungan dokumen yang lengkap.
“Walaupun kegiatan benar dilaksanakan, kalau tidak ada eviden administrasi seperti foto, surat tugas, maupun dokumen SPJ lainnya, maka sulit dipertanggungjawabkan kepada pemeriksa,” tandasnya.
Penguatan administrasi, lanjutnya, telah diawali melalui probity audit oleh inspektorat. Ia berharap langkah itu mampu menekan temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu ada temuan, jangan diulang lagi. Rekomendasi inspektorat dan BPK harus benar-benar dilaksanakan,” tegasnya.
Prestasi Jangan Bikin Lengah
Dalam kesempatan tersebut, Tuti juga menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Sumedang yang menempati peringkat pertama indeks daya saing di Jawa Barat dan masuk lima besar nasional berdasarkan penilaian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Capaian itu, kata dia, merupakan hasil kolaborasi dan inovasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan hingga percepatan penurunan stunting.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan inovasi. Kita tidak boleh berhenti hanya karena sudah berada di posisi terbaik,” pungkasnya.




