ERBIL – Pemerintah kawasan Kurdi di Iraq menegaskan tidak akan terlibat dalam konflik antara United States dan Iran yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan Channel 4 News, Wakil Perdana Menteri Kurdistan Qubad Talabani menegaskan bahwa konflik tersebut bukanlah perang bagi bangsa Kurdi.
“Ini bukan perang kami. Kami sudah terlalu sering terlibat dalam perang,” ujar Talabani ketika ditanya alasan Kurdistan menolak ikut campur dalam konflik tersebut.
Talabani juga mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak pernah meminta bantuan kepada pihak Kurdi, termasuk permintaan untuk membuka akses bagi kelompok oposisi Kurdi Iran menyeberang ke wilayah Iran melalui perbatasan Kurdistan.
“Tidak ada permintaan apa pun dari Amerika. Mereka tidak meminta bantuan atau meminta kami mengizinkan kelompok oposisi Kurdi Iran masuk ke wilayah Iran dari Kurdistan,” tegasnya.
Menurut Talabani, pemerintah Kurdistan justru menyampaikan pesan kehati-hatian kepada kelompok Kurdi Iran yang selama ini berada di wilayah Kurdistan Irak. Mereka diminta tidak terburu-buru mengambil langkah yang dapat memicu konflik baru.
“Kami mengatakan kepada mereka agar berhati-hati, bersikap cerdas dan strategis. Jangan melakukan sesuatu yang bisa menimbulkan kerusakan besar bagi mereka maupun bagi wilayah Kurdi di Irak,” ujarnya.
Talabani menilai jika kelompok Kurdi Iran nekat masuk ke wilayah Iran pada tahap awal konflik, langkah tersebut kemungkinan besar tidak akan berakhir baik bagi mereka.
Bahkan jika mendapat dukungan militer dari Amerika Serikat maupun Israel, Talabani meragukan operasi tersebut akan berhasil atau mampu memicu pemberontakan besar di Iran.
“Saya tidak yakin langkah itu akan sukses atau memicu pemberontakan nasional di Iran,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa dunia internasional sering kali memandang bangsa Kurdi hanya dari sisi militer semata, terutama karena reputasi pasukan Peshmerga yang dikenal sebagai pejuang tangguh di kawasan Timur Tengah.
Namun menurutnya, stereotip tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan identitas bangsa Kurdi.
“Memang kami memiliki sejarah panjang sebagai pejuang dan kami bangga dengan itu. Tetapi dunia harus melihat kami lebih dari sekadar petarung. Kami juga diplomat,” pungkas Talabani.








