Internasional

Pertahanan Israel Rontok, Serangan Beruntun Iran Timbulkan Kepanikan

×

Pertahanan Israel Rontok, Serangan Beruntun Iran Timbulkan Kepanikan

Sebarkan artikel ini
Rudal Balistik Iran Menghantam Dimona
Rudal Balistik Iran Menghantam Dimona Israel

DOHA — Serangan balistik Iran yang mampu menembus sistem pertahanan berlapis Israel menjadi sinyal serius bahwa eskalasi perang memasuki fase baru yang lebih berbahaya.

Sejumlah laporan menyebutkan, rudal Iran berhasil menghindari sistem Iron Dome dan David’s Sling, yang selama ini diklaim sebagai salah satu pertahanan terbaik di dunia.

Dampaknya mulai terasa langsung di dalam negeri Israel. Serangan menghantam kota-kota strategis seperti Tel Aviv, Haifa, hingga Dimona dan Arad, menimbulkan korban luka serta kerusakan infrastruktur.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kini menghadapi konsekuensi dari keputusan militernya menggempur Iran—sebuah ambisi lama yang akhirnya terealisasi di era Presiden Donald Trump.

Namun, perang selalu berbiaya sangat mahal.

Selain ancaman keamanan, tekanan ekonomi juga meningkat tajam. Menteri Keuangan Israel memperingatkan biaya perang bisa mencapai hampir 3 miliar dolar AS per pekan, terutama akibat pembatasan aktivitas publik, mobilisasi militer cadangan, serta lumpuhnya sektor pendidikan dan ekonomi.

Meski demikian, dukungan domestik masih relatif solid. Survei menunjukkan mayoritas warga Yahudi Israel tetap mendukung operasi militer, meski risiko terus membesar.

Di sisi lain, ketidakpastian strategi Washington menambah kompleksitas. Pernyataan Trump yang berubah-ubah—dari ancaman keras hingga sinyal diplomasi—membuat sekutu dan publik Israel sulit membaca arah kebijakan AS.

Sejumlah analis menilai, langkah Trump lebih mencerminkan kepentingan politik dan tekanan pasar energi global ketimbang strategi militer yang konsisten.

Kolumnis Israel Gideon Levy bahkan menyebut kawasan Timur Tengah saat ini berada pada titik terjauh dari perdamaian.

Sementara analis associated Press, Dan Perry, menilai bahwa klaim “misi hampir selesai” yang disampiakan Donald Trump terlalu dini, mengingat militer Israel sendiri mengakui operasi masih berada di tahap pertengahan.

Secara geopolitik, konflik ini juga mulai berdampak global. Lonjakan harga energi dan ketidakstabilan kawasan meningkatkan tekanan terhadap negara-negara Barat yang selama ini mendukung Israel.

Jika eskalasi terus berlanjut, bukan hanya Israel yang menghadapi konsekuensi, tetapi juga stabilitas ekonomi dan politik global.

Dengan kemampuan Iran yang terbukti mampu menembus sistem pertahanan canggih, perang ini kini bukan sekadar adu kekuatan militer—melainkan pertarungan daya tahan, strategi, dan legitimasi di panggung dunia. (Sumber : Al Jazeera)