BRUSSEL — Upaya Uni Eropa menjatuhkan sanksi dagang terhadap Israel menemui jalan buntu, Rabu (22/04/2026).
Penolakan keras dari Jerman menjadi faktor utama gagalnya kesepakatan tersebut.
Dalam pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa, usulan sanksi tidak memperoleh dukungan mayoritas.
Sejumlah negara seperti Spanyol dan Irlandia mendorong penangguhan kerja sama ekonomi dengan Israel.
Namun, Jerman bersama Italia menolak langkah tersebut secara tegas.
Sikap Berlin membuat kebijakan sanksi praktis tidak bisa dilanjutkan di tingkat Uni Eropa.
Menteri Luar Negeri Jerman menilai sanksi bukan solusi tepat dalam merespons situasi yang berkembang.
Pemerintah Jerman lebih memilih pendekatan dialog dan diplomasi konstruktif dengan Israel.
Kondisi ini memperlihatkan perpecahan di tubuh Uni Eropa terkait sikap terhadap Israel.
Blok negara anggota kini terbelah antara kubu yang mendorong tekanan ekonomi dan kubu yang menolaknya.
Dalam mekanisme Uni Eropa, keputusan strategis memerlukan dukungan luas dari negara anggota.
Penolakan Jerman otomatis menjadi penghambat utama lahirnya kebijakan bersama tersebut.
Situasi ini menegaskan posisi Jerman sebagai aktor kunci dalam menentukan arah kebijakan luar negeri Uni Eropa.
Di sisi lain, Israel untuk sementara terhindar dari tekanan ekonomi kolektif dari kawasan Eropa. (Sumber : AlJazeera)








