Hukrim

Pakai Rompi Pink Kejagung, Dadan Hindayana Digelandang ke Mobil Tahanan !

×

Pakai Rompi Pink Kejagung, Dadan Hindayana Digelandang ke Mobil Tahanan !

Sebarkan artikel ini
Dadan Hindayana
Ketegangan memuncak di koridor gedung penegak hukum tersebut. Dadan yang mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda (pink) khas Kejagung

JAKARTA – Bak jatuh tertimpa tangga. Setelah posisinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto, nasib Dadan Hindayana kian berada di ujung tanduk. Dadan kini resmi menyandang status tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pantauan dari rekaman video yang beredar, Rabu (3/6), ketegangan memuncak di koridor gedung penegak hukum tersebut. Dadan yang mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda (pink) khas Kejagung tampak keluar dengan pengawalan ketat berlapis dari petugas kejaksaan dan personel militer.

Langkah kakinya digiring cepat menembus kerumunan awak media yang sudah menyemut di pintu keluar. Suasana sempat riuh saat para pemburu berita merangsek maju untuk mengambil gambar dan melontarkan pertanyaan terkait kasus yang menjeratnya.

Tanpa memberikan pernyataan sedikit pun, Dadan langsung dimasukkan ke dalam bak belakang mobil tahanan Kejaksaan Agung berwarna hijau yang sudah bersiap di lobi. Mobil tersebut segera melesat meninggalkan area gedung dengan pengawalan ketat.

Sengkarut Rapor Merah MBG

Penahanan ini menjadi pelengkap dari rentetan polemik yang menggulung BGN dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara mengumumkan perombakan besar-besaran di tubuh BGN, di mana posisi Dadan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.

Langkah tegas Presiden Prabowo ini diambil setelah adanya monitoring dan evaluasi mendalam terhadap program kerja BGN selama hampir 1,5 tahun ke belakang. Evaluasi tersebut menyoroti rapuhnya tata kelola organisasi, kedisiplinan SOP, hingga lemahnya pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagaimana diketahui, program unggulan nasional tersebut sempat menuai sorotan tajam publik menyusul kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah pelajar penerima manfaat di beberapa daerah. Imbasnya, ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat dibekukan sementara untuk perbaikan sistem.

Tak berhenti di situ, isu miring juga menerpa internal BGN terkait dugaan praktik lancung jual-beli usulan titik lokasi dapur MBG oleh oknum tertentu.

Kini, dengan rompi pink yang melekat di tubuh Dadan serta kepemimpinan baru BGN di bawah Nanik Sudaryati Deyang, publik menanti langkah bersih-bersih total agar program prioritas pemenuhan gizi nasional ini bisa berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel tanpa dikotori praktik penyimpangan.