Ekonomi

Cabai Rawit Merah Masih ‘Nyelekit’, Harga Tembus Rp92 Ribu/Kg

×

Cabai Rawit Merah Masih ‘Nyelekit’, Harga Tembus Rp92 Ribu/Kg

Sebarkan artikel ini
Cabe Rawit
Ilustrasi : Cabe Rawit

JAKARTA – Harga cabai rawit merah belum turun dari level tinggi. Data PIHPS Nasional Bank Indonesia per 20 Juni 2026 mencatat komoditas ini jadi salah satu pangan paling fluktuatif sepekan terakhir.

Lonjakan mulai terasa akhir Mei 2026. Dari Rp70.450 per kilogram, harga cabai rawit merah merangkak ke Rp77.250 per kilogram awal Juni. Puncaknya, 3 Juni 2026 harga tembus Rp92.250 per kilogram sebelum turun-naik di kisaran Rp75 ribu–Rp80 ribu per kilogram.

Kenaikan cabai rawit merah jauh melampaui cabai merah besar dan cabai merah keriting. Pengamat menilai biang keroknya ganda: produksi sentra turun akibat cuaca buruk, sementara permintaan rumah tangga dan usaha kuliner tetap tinggi.

Distribusi ikut macet. Pasokan dari daerah ke pusat konsumsi tersendat, stok di pedagang tipis, harga eceran langsung naik. Dampaknya kena ke dapur rumah tangga sampai warung gorengan. Banyak pedagang terpaksa kurangi takaran cabai atau tahan rugi demi harga jual tetap.

Cabai rawit merah masuk kelompok volatile food penyumbang inflasi. Jika gejolak berlanjut, inflasi pangan daerah dan nasional ikut terdampak. Pemerintah diminta kawal pasokan dan distribusi agar harga cepat stabil.