GARUT – Pemkab Garut dan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana kembali dibuka. Pemkab Garut siapkan kuota untuk 109 desa/kelurahan yang belum terisi tahun 2025.
Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana ditargetkan untuk angkatan 2026/2027. Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana jadi upaya dongkrak SDM hingga ke pelosok.
Pendaftaran dibuka 15 Juli. Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana sediakan 16 kampus mitra dengan puluhan prodi.
Pemerintah Kabupaten Garut bersiap membuka kembali pendaftaran program Beasiswa “Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana” Tahun Anggaran 2026. Program ini menyasar desa dan kelurahan yang belum mengisi formasi pada 2025 sebagai langkah strategis mendongkrak kualitas SDM hingga ke pelosok.
Program ini mengacu pada Perbup Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pemberian Bantuan Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat dan Keputusan Bupati Garut Nomor 100.3.3.2/KEP.373-KESRA/2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan Seleksi Penerima Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana.
Dari target 442 desa dan kelurahan di Kabupaten Garut, pada 2025 program ini baru terisi 333 desa/kelurahan. Sehingga sisa 109 desa/kelurahan akan kembali diisi untuk calon mahasiswa tahun ajaran 2026/2027.
Berikut timeline Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026:
Sosialisasi ke kecamatan dan desa/kelurahan 6-10 Juli. Pengumuman oleh desa/kelurahan 13-14 Juli. Pendaftaran 15-20 Juli. Perpanjangan pendaftaran jika diperlukan 21-22 Juli. Seleksi administrasi, wawancara, dan pengumuman hasil 23-25 Juli. Masa sanggah 27 Juli. Pengusulan ke tingkat kabupaten 28-31 Juli. Validasi tim teknis 3-5 Agustus. Penetapan dan pengusulan SK Bupati 6 Agustus.
Tahun ini Pemkab Garut menggandeng 16 perguruan tinggi mitra. Program studi yang tersedia sangat beragam, mulai dari sosial, ekonomi syariah, pendidikan, hingga teknik dan teknologi.
Beberapa di antaranya: STISIP Samudera Indonesia Selatan prodi Administrasi Publik. IAI Persis membuka Pendidikan Guru MI, Manajemen Keuangan Syariah, Ekonomi Syariah, hingga Bimbingan Konseling Pendidikan Islam. STIEBS NU, STAI Muhammadiyah, STAI Siliwangi, STIT Qurrota Ayun, STEI Yapisha, dan STAI KH. Badruzzaman juga ikut serta dengan fokus keilmuan syariah dan pendidikan.
Dari rumpun sains dan teknologi, ada Institut Teknologi Garut dengan Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Arsitek. Institut Pendidikan Indonesia membuka 11 prodi kependidikan. Universitas Garut menyediakan 17 prodi mulai dari Akuntansi, Agroteknologi, Pariwisata, hingga Rekayasa Perangkat Lunak.
Selain itu ada STIE Yasa Anggana, Sekolah Tinggi Hukum Garut, STAI Al Musaddadiyah, dan STIKES YPSDMI prodi S1 Kesehatan Masyarakat.
Dengan dibukanya kembali program ini, Pemkab Garut berharap setiap desa memiliki minimal satu sarjana yang bisa menjadi penggerak pembangunan di wilayahnya.








