Hukrim

Bukan Teror! Ledakan Dadaha Tasik Dipicu Ejekan Pribadi

×

Bukan Teror! Ledakan Dadaha Tasik Dipicu Ejekan Pribadi

Sebarkan artikel ini
Tim Gegana
Polres Tasikmalaya Kota ungkap motif ledakan Dadaha. Bukan teror, hanya ejekan pribadi. Tersangka mantan napiter diamankan

TASIKMALAYA – Ledakan PKL Dadaha Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya Kota ungkap motif sebenarnya. Ledakan PKL Dadaha Tasikmalaya dipastikan bukan aksi teror, melainkan perselisihan pribadi.

Polres Tasikmalaya Kota tetapkan 1 tersangka. Ledakan PKL Dadaha Tasikmalaya bermula dari saling ejek di lokasi dagang.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengatakan penyidikan dilakukan secara intensif bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Ditreskrimum Polda Jawa Barat. Dari hasil gelar perkara, penyidik telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.

“Proses penyidikan sudah kami lakukan bersama Ditkrimum Polda Jawa Barat. Kami juga telah melaksanakan gelar perkara dan disepakati menetapkan satu orang tersangka,” ujar AKBP Andi Purwanto saat memberikan keterangan, Senin 13/7/2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden Ledakan PKL Dadaha Tasikmalaya bermula dari perselisihan antara dua orang yang sama-sama beraktivitas di kawasan PKL.
Cekcok yang dipicu saling ejek itu kemudian memanas hingga berujung pada ledakan yang sempat membuat masyarakat panik.

“Motifnya sebetulnya hanya persoalan pribadi. Ada perselisihan antara kedua belah pihak yang saling mengejek hingga menyebabkan kejadian tersebut,” jelas Kapolres.

Meski tersangka diketahui merupakan mantan narapidana terorisme napiter, Polres Tasikmalaya Kota menegaskan tidak ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan jaringan ataupun aksi terorisme.
“Tidak ada sama sekali unsur teror,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses hukum terhadap tersangka masih terus berjalan dengan pendampingan dan koordinasi bersama Polda Jawa Barat.
“Penanganannya masih berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat. Yang bersangkutan masih berada di Polres Tasikmalaya Kota,” tambahnya.

Kapolres juga memastikan bahwa tersangka merupakan warga asli Tasikmalaya.

Sebelumnya, ledakan di kawasan PKL Dadaha sempat menyita perhatian masyarakat dan memicu respons cepat aparat. Seorang pria berinisial A diamankan dan diketahui merupakan mantan narapidana terorisme dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah JAD.

Untuk melengkapi penyidikan, tim gabungan Brimob Polda Jawa Barat bersama Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota turut melakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka di Kelurahan Cilembang, Kota Tasikmalaya.

Kepastian dari pihak kepolisian bahwa peristiwa tersebut dipicu konflik personal diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus meredam berbagai spekulasi yang sempat berkembang.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan setiap peristiwa ledakan dengan aksi terorisme sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum.

Peristiwa di Dadaha menjadi pengingat bahwa persoalan pribadi yang tidak diselesaikan dengan baik dapat berkembang menjadi tindakan yang membahayakan banyak orang dan berujung pada proses hukum. Karena itu, masyarakat diharapkan mengedepankan penyelesaian konflik secara damai serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.