TASIKMALAYA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 19 Kota Tasikmalaya tahun ini terasa berbeda. Tidak hanya berhenti pada pengenalan fasilitas fisik, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Kolaborasi dengan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam upaya pembinaan karakter siswa yang dimulai sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di gerbang sekolah.
Pada Jumat (17/7/2026), Bhabinkamtibmas Polsek Indihiang, Aipda Andi Ruswandi, hadir memberikan edukasi humanis kepada para peserta didik baru. Ia menekankan bahwa disiplin bukan sekadar kepatuhan buta terhadap aturan, melainkan fondasi pembentukan pribadi yang kuat dan mampu menghargai orang lain. Pendekatan komunikatif ini dipilih agar materi materi pengenalan lingkungan sekolah SMP dapat diserap dengan baik oleh siswa tanpa menimbulkan rasa takut, melainkan kesadaran internal untuk berperilaku positif di tengah masyarakat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Yudi Hendarman, mengapresiasi langkah proaktif jajaran kepolisian tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi memberikan perspektif baru bagi siswa mengenai norma dan hukum. “Kami sangat terbantu, terutama dalam mendisiplinkan anak-anak kami. Harapannya mereka dapat terus berkembang dan berperilaku baik,” ujar Yudi. Sinergi ini dianggap vital untuk mendukung program pembinaan karakter siswa yang telah dirancang sekolah, memastikan bahwa aspek keamanan dan ketertiban berjalan beriringan dengan prestasi akademik.
Untuk memperkuat disiplin tersebut, SMPN 19 menerapkan aturan tegas: larangan penggunaan telepon seluler selama jam pelajaran dan prohibisi membawa sepeda motor ke area sekolah. Aturan ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan aman dari distraksi digital maupun risiko lalu lintas. Selain itu, sekolah juga mengintegrasikan nilai spiritual melalui rutinitas salat Duha berjamaah, pembacaan Surah Yasin, dan Asmaul Husna setiap hari Jumat. Kombinasi antara ketegasan aturan duniawi dan pendekatan spiritual ini menjadi ciri khas dalam setiap materi pengenalan lingkungan sekolah SMP di institusi tersebut.
Melalui sinergi triple helix antara sekolah, kepolisian, dan nilai agama, SMPN 19 berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Pendidikan sejati, sebagaimana ditekankan dalam kegiatan ini, adalah tentang membentuk manusia yang bermanfaat bagi sesama. Dengan fondasi pembinaan karakter siswa yang kuat sejak dini, diharapkan lulusan SMPN 19 dapat menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekitarnya, jauh dari kenakalan remaja dan perilaku menyimpang lainnya.




