MANCHESTER — Manchester City menunjukkan tanda-tanda positif pada pramusim 2026 di bawah pelatih baru Enzo Maresca yang menggantikan Pep Guardiola. Dalam tiga laga uji coba selama tur Asia, The Citizens belum terkalahkan dalam waktu normal dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Rangkaian pertandingan di Hong Kong dan Korea Selatan menjadi kesempatan bagi Maresca untuk memperkenalkan filosofi permainan barunya. Hasilnya cukup menjanjikan, terutama dari agresivitas serangan melalui sektor sayap dan kemampuan pemain beradaptasi dengan skema taktik baru.
City mengawali tur dengan menghadapi Inter Milan di Hong Kong. Pertandingan berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal, sebelum City kalah 1-3 melalui adu penalti.
Hasil positif kemudian diraih ketika menghadapi K-League All Stars di Seoul. Manchester City menang 3-1 melalui gol Omar Marmoush, Savinho, dan Phil Foden.
City kembali menunjukkan mentalitas kuat saat menghadapi Atletico Madrid. Sempat tertinggal, The Citizens mampu membalikkan keadaan dan menang 3-1. Marmoush mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan Rayan Ait-Nouri.
Serangan Sayap Jadi Senjata Maresca
Salah satu aspek paling menonjol dari permainan Manchester City selama tur adalah agresivitas serangan melalui sektor sayap.
Antoine Semenyo menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian. Pemain tersebut mencatatkan total empat assist dalam tiga pertandingan pramusim.
Produktivitas tersebut menunjukkan bahwa Maresca mulai mendapatkan respons positif dari para pemain terhadap pola serangan yang diinginkannya.
Marmoush Jadi Andalan di Lini Depan
Omar Marmoush juga tampil impresif sepanjang tur.
Penyerang asal Mesir tersebut mencetak gol-gol penting, termasuk dua gol ketika City membalikkan keadaan melawan Atletico Madrid.
Ketajaman Marmoush memberikan opsi penting bagi Maresca di lini depan sekaligus menjadi indikasi bahwa City memiliki sumber gol dari beberapa pemain.
Pemain Mulai Beradaptasi dengan Maresca
Maresca juga mendapatkan respons positif dari skuadnya dalam proses penerapan taktik baru.
Aliran bola, pergerakan tanpa bola, dan penguasaan posisi yang menjadi bagian dari filosofi permainan Maresca mulai terlihat dalam permainan City.
Sejumlah pemain seperti Phil Foden, Savinho, dan Tijjani Reijnders disebut mampu beradaptasi dengan sistem tersebut.
Namun, pramusim tetap menjadi fase evaluasi. Maresca masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah sebelum Manchester City memasuki kompetisi resmi.
Lini Belakang Masih Perlu Dibenahi
Di tengah performa ofensif yang menjanjikan, koordinasi lini belakang masih menjadi perhatian.
City beberapa kali kehilangan kontrol ketika menghadapi tekanan lawan dan masih perlu meningkatkan efisiensi dalam memanfaatkan peluang.
Maresca harus memastikan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan organisasi pertahanan. Jika persoalan tersebut dapat diperbaiki, performa positif selama tur Asia bisa menjadi fondasi penting bagi City menghadapi musim baru.
Manchester City kini bersiap menghadapi pertandingan kompetitif pertama mereka di ajang Community Shield melawan Arsenal.
Pramusim memang belum menentukan prestasi sebuah tim dalam satu musim penuh. Namun, tiga pertandingan di Asia memberikan sinyal bahwa era baru Manchester City bersama Maresca mulai menunjukkan bentuknya.








