Edukasi

Bupati Dony: Paskibraka Sumedang Harus Jadi Pionir Nasionalisme

×

Bupati Dony: Paskibraka Sumedang Harus Jadi Pionir Nasionalisme

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengukuhkan 54 anggota Paskibraka Kabupaten Sumedang Tahun 2026.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengukuhkan 54 anggota Paskibraka Kabupaten Sumedang Tahun 2026 menjelang Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

SUMEDANG — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumedang Tahun 2026 harus menjadi pionir nasionalisme dan teladan bagi generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan saat mengukuhkan Paskibraka yang akan bertugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Dony, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kebanggaan karena terpilih dari ribuan pelajar, tetapi juga amanah untuk membawa kehormatan Kabupaten Sumedang.

“Adik-adik harus jadi pionir di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah generasinya. Standar nasionalismenya harus lebih tinggi daripada yang lainnya,” ujarnya.

Paskibraka sebagai Sekolah Kehidupan

Dony menyebut proses pembinaan Paskibraka merupakan sekolah kehidupan yang membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, kerja sama, dan saling percaya.

Ia mengingatkan agar nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme tidak berhenti pada upacara pengibaran bendera, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Paskibraka tidak hanya sebatas menjadi orang pilihan, tetapi sesungguhnya generasi muda pilihan yang sedang diberikan kepercayaan untuk membawa kehormatan Kabupaten Sumedang,” katanya.

Bijak Bermedia Sosial

Bupati juga mengajak para anggota Paskibraka menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial dengan mengedepankan fakta, menghindari hoaks, serta menyampaikan kritik maupun apresiasi secara objektif.

“Ketika baik, sampaikanlah kebaikannya. Ketika kurang baik, sampaikanlah kritiknya dengan cara yang tepat,” tuturnya.

Dony menegaskan Sang Merah Putih bukan sekadar selembar kain, melainkan simbol sejarah, perjuangan, pengorbanan, dan cita-cita para pahlawan yang harus dijaga oleh generasi penerus.

Ia berharap seluruh anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk memberi kontribusi positif bagi daerah, bangsa, dan negara.