Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Jawa Barat mengunjungi lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (31/1/2026). Kunjungan tersebut sekaligus diiringi penyaluran bantuan bagi para korban terdampak.
Empat anggota DPD RI yang hadir yakni Aanya Rina Casmayanti, Jihan Fahira, Komeng, dan Agita. Sebelum menuju lokasi, rombongan terlebih dahulu berkoordinasi dengan PMI Jawa Barat di Kantor PMI Cimahi, lalu berangkat bersama ke kawasan terdampak longsor.
Rombongan tiba di Posko Pengungsian yang berlokasi di Balai Desa Pasirlangu sekitar pukul 09.45 WIB. Para senator disambut Kepala Posko dan diterima langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.
Dalam briefing yang disampaikan Kepala BPBD KBB, dijelaskan bahwa proses pencarian korban longsor akan diperpanjang hingga satu pekan ke depan. Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 20 korban yang dilaporkan belum ditemukan akibat tertimbun material longsor.
Kondisi di lapangan menunjukkan kawasan terdampak telah dipadati relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan. Posko gabungan TNI-Polri juga telah berdiri, dengan ratusan personel diterjunkan untuk proses pencarian dan evakuasi. Lebih dari 10 unit alat berat dikerahkan untuk menggali material longsoran di lereng hingga lembah terdampak.
Usai mengikuti briefing, rombongan DPD RI meninjau lokasi pengungsian di Masjid Jami Nurul Iman, Kampung Sukaraja, Desa Pasirlangu. Lokasi tersebut juga difungsikan sebagai Sekretariat Terpadu Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi korban bencana.
Para anggota DPD RI kemudian melanjutkan peninjauan langsung ke titik longsor di Kampung Pasir Kuda.
“Kerusakan parah tampak jelas, mulai dari rumah warga, lahan pertanian, hingga kendaraan bermotor yang terseret material longsor,” kata Aanya Rina Casmayanti di kampung Pasir Kuda, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (31/01/2026).
Longsoran diketahui bermula dari kawasan puncak Gunung Burangrang dan membentang sepanjang kurang lebih tiga kilometer hingga Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning.
DPD RI menegaskan pentingnya evaluasi serius terhadap tata kelola lingkungan dan penguatan mitigasi bencana oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kejadian bencana memang kehendak Alloh, tapi kita bisa berikhtiar melakukan mitigasi bencana,” kata Agita.








