TEHERAN — Kabar kematian mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, akhirnya terpatahkan. Setelah sempat diberitakan tewas dalam serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel, Ahmadinejad justru muncul ke publik dalam kondisi sehat pada Rabu (4/3).
Kemunculan mantan orang nomor satu di Iran itu langsung mengagetkan publik. Dalam video yang viral di platform X, Ahmadinejad terlihat menghadiri pemakaman korban tewas akibat serangan militer yang menghantam wilayah Iran.
Dalam video tersebut, Ahmadinejad tampak berjalan normal dan menghampiri makam para korban yang oleh warga setempat disebut sebagai syuhada. Warga yang hadir di lokasi terlihat haru hingga berebut menyalami dan mencium mantan presiden mereka.
Sebelumnya, sejumlah media Barat dan media Iran sempat memberitakan bahwa Ahmadinejad tewas dalam serangan pada Sabtu (27/2). Laporan itu pertama kali mencuat setelah kantor berita Iran Labor News Agency (ILNA) mengabarkan bahwa sebuah serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika menghantam kediaman Ahmadinejad di distrik Narmak, timur laut Teheran.
Dalam laporan tersebut disebutkan serangan itu menewaskan Ahmadinejad bersama beberapa pengawal serta ajudannya. Bahkan disebutkan pula adanya kerusakan signifikan di sekitar lokasi, termasuk sebuah sekolah yang menyebabkan korban sipil, di antaranya anak-anak.
Namun informasi itu kemudian dipertanyakan karena sejumlah media lain menyatakan belum dapat mengonfirmasi kabar tersebut.
Situs berita Iran Intel mengutip sumber yang berbicara kepada Iran International bahwa Ahmadinejad sebenarnya tidak terluka. Ia disebut telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman setelah adanya upaya pembunuhan.
“Ahmadinejad tidak terluka dan telah diamankan,” kata sumber tersebut.
Selama akhir pekan, pemberitaan mengenai nasib Ahmadinejad memang simpang siur. Sebagian media menyatakan ia tewas, sementara yang lain menilai informasi tersebut belum dapat diverifikasi.
Kemunculan Ahmadinejad di depan publik pun menjadi bukti bahwa laporan kematiannya tidak benar. Figur yang dikenal keras terhadap Barat selama masa pemerintahannya itu memang masih menjadi tokoh penting dalam dinamika politik Timur Tengah.
Hingga kini, otoritas Iran masih melakukan penyelidikan terkait serangan yang terjadi serta mengidentifikasi para korban di lokasi kejadian.








