Internasional

Iran-AS Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan, Teheran Kendalikan Selat Hormuz

×

Iran-AS Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan, Teheran Kendalikan Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Perang Iran - Amerika Serikat
Ilustrasi : Perang Iran - Amerika Serikat

TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Kedua negara dilaporkan telah menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu sebagai langkah awal menuju perundingan yang lebih luas.

Dari Teheran, pemerintah Iran menyatakan siap menjalankan kesepakatan tersebut, namun tetap menegaskan posisi waspada di tengah dinamika kawasan yang belum sepenuhnya stabil.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam pernyataannya menyebut bahwa Teheran menerima gencatan senjata sebagai bagian dari upaya membuka ruang diplomasi. Ia juga mengonfirmasi bahwa pasukan Iran akan tetap mengawasi jalur strategis di Selat Hormuz.

“Kesepakatan ini menjadi dasar penting untuk melanjutkan negosiasi. Iran juga mempertimbangkan proposal yang diajukan pihak Amerika,” ujar Araqchi.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa meski menyetujui gencatan senjata, kesiapan militer tidak akan dikendurkan.

Dalam pernyataan resminya, dewan tersebut menyebut bahwa “tangan tetap berada di pelatuk”, menandakan kesiapsiagaan penuh menghadapi segala kemungkinan di lapangan.

Dewan juga mengungkapkan bahwa putaran negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 10 April mendatang, dengan tujuan mencapai kesepakatan komprehensif. Seluruh proses ini disebut berada dalam pengawasan langsung Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Kesepakatan gencatan senjata ini dinilai sebagai langkah taktis untuk meredakan eskalasi yang berpotensi meluas, terutama mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi global.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai kesepakatan ini masih bersifat sementara dan sangat bergantung pada hasil perundingan mendatang.

Perbedaan kerangka proposal antara kedua pihak—dengan Iran mengajukan 10 poin dan Amerika Serikat 15 poin—menjadi indikasi bahwa jalan menuju kesepakatan final masih panjang.

Untuk saat ini, dunia internasional menaruh perhatian besar pada perkembangan negosiasi tersebut, sembari berharap gencatan senjata ini dapat menjadi pintu masuk bagi stabilitas kawasan yang lebih berkelanjutan. (Sumber : Al Jazeera)