TEL AVIV – Ketegangan di Timur Tengah makin memanas setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel. Serangan itu terjadi tak lama setelah penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Republik Islam tersebut.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan gelombang pertama rudal yang ditembakkan di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei menuju wilayah yang disebut Iran sebagai “wilayah pendudukan Israel.” (detik.com).
Jejak rudal terlihat di langit sejumlah kota Israel pada malam hari, memicu sirene peringatan udara di berbagai wilayah. Sistem pertahanan udara Israel berupaya mencegat sebagian proyektil yang masuk, sementara otoritas keamanan meningkatkan status siaga di sejumlah kota (nst.com.my)
Serangan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah kematian pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara di Teheran pada 28 Februari 2026. Setelah itu, Majelis Ulama Iran memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut. (en.wikipedia.org)
Pengangkatan Mojtaba menandai suksesi politik yang sangat penting di Iran sekaligus terjadi di tengah perang terbuka antara Iran dan Israel yang terus meningkat. (theguardian.com)
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa rudal dan drone Iran tidak hanya diarahkan ke Israel, tetapi juga ke beberapa target di kawasan Teluk, menandai eskalasi konflik yang berpotensi meluas di kawasan Timur Tengah.
Militer Iran, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), menyatakan siap menjalankan perintah pemimpin baru tersebut dan melanjutkan operasi militer terhadap musuh-musuh Iran di kawasan. (aljazeera.com)
Hingga kini, otoritas Israel masih melakukan evaluasi dampak serangan, sementara dunia internasional meningkatkan kewaspadaan karena konflik Iran–Israel berpotensi memicu krisis geopolitik yang lebih luas.








