CIMAHI – Aksi pencurian kembali menghantam pelaku usaha di Kota Cimahi. Sebuah gerai es krim dan minuman di Jalan Kerkhof, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, dibobol maling pada Kamis dini hari (4/6), hanya tiga bulan setelah mengalami kejadian serupa.
Akibat dua kali aksi pencurian dalam kurun Februari hingga Juni 2026 tersebut, pemilik usaha mengalami kerugian mencapai sekitar Rp14 juta.
Kasus terbaru mencuat setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku beredar luas di media sosial. Dalam video itu, seorang pria diduga beraksi seorang diri dengan masuk ke dalam toko dan menggasak uang tunai serta telepon genggam operasional gerai.
Pegawai gerai, Ryan, mengatakan pencurian diketahui saat dirinya datang untuk pergantian shift pagi sekitar pukul 04.30 WIB.
“Saya yang pertama kali mengetahui kejadian ini saat masuk kerja pagi. Kondisinya sudah berantakan, plafon bolong dan handphone yang biasanya ada di dekat kasir sudah hilang,” ujar Ryan, Jumat (5/6).
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga masuk melalui atap bangunan. Sejumlah genting ditemukan dalam kondisi rusak dan beberapa bagian plafon jebol.
Menurut Ryan, pelaku diduga bergerak di atas plafon sebelum menemukan akses untuk turun ke dalam toko.
“Pelaku kemungkinan masuk melalui celah di atap lalu bergerak di atas plafon. Setelah itu turun dengan menginjak kulkas sebelum menuju area kasir,” katanya.
Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp3 juta serta satu unit telepon genggam milik toko. Selain kehilangan barang berharga, pemilik usaha juga harus menanggung biaya perbaikan atap dan plafon yang rusak.
Peristiwa ini menambah kerugian yang sebelumnya dialami gerai tersebut pada Februari 2026. Saat itu, pelaku pencurian berhasil membawa kabur uang tunai dengan nilai kerugian sekitar Rp11 juta.
Hingga kini belum dapat dipastikan apakah kedua aksi pencurian dilakukan oleh orang yang sama. Namun, kesamaan modus dengan memanfaatkan akses melalui bagian atap bangunan menjadi salah satu fokus perhatian korban.
Maraknya aksi pencurian yang menyasar tempat usaha pada waktu dini hari membuat para pelaku usaha di kawasan tersebut resah. Mereka berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku sekaligus meningkatkan patroli di titik-titik yang dianggap rawan tindak kriminal.
Rekaman CCTV yang telah beredar luas di media sosial diharapkan dapat membantu proses identifikasi pelaku dan mempercepat pengungkapan kasus tersebut.








